Wednesday, December 28, 2011

The Cheapest and the Most Expensive Export Destinations



To get an impression about the cost magnitude in exporting a container to different countries, we can browse the survey site provided by the world bank (this URL). Based on the 2010 data, the 5 cheapest export destination countries are Singapore (450 USD), Malaysia (456 USD), China (500 USD), United Arab Emirates (521 USD), and Finland (540 USD) and the 5 (6 actually) most expensive export destinations are Chad (5902 USD), Central African Republic (5491 USD), Republic of Congo (3818 USD), Iraq (3550 USD), and Afghanistan & Nigeria (3545 USD). In addition, exporting a (20 TEU) container to my homeland (Indonesia) will cost you (approximately) 644 USD, exporting a container to US will cost you 1050 USD, to Holland 895 USD.  

taken from openclipart.org

Mmm.. Oyeah.. to get some practical (in complementary with the academic one :p) knowledge about the exporting formalities and commons, the website from the US  http://export.gov/index.asp can be considered as a good starter. Okie.. have fun then.. ;)


Sunday, December 25, 2011

International Trade Incoterms



When one tries to understand the global logistics processes, she has also to be familiar with the ICC (International Chamber of Commerce)'s incoterms condition. For a brief understanding, we can find sufficient information from the wikipedia (the English page is more up to date, but the Dutch page has a nice descriptive picture). "Incoterms (International Commercial terms), a series of three-letter trade terms related to common sales practices, the Incoterms rules are intended primarily to clearly communicate the tasks, costs and risks associated with the transportation and delivery of goods (wikipedia)"


 Incoterms (wikipedia.nl) 


Have a nice holiday then.. :)


Thursday, December 22, 2011

Tetralogi Pulau Buru - Pramoedya Ananta Toer



Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca 


Ngeganjel di kepala, pengen nge-"upload" foto mahakaryanya Mbah Pram hehehe.. Iseng ah sekali-sekali.. :p


Monday, December 19, 2011

Netlogo - Example Models URLs



Its always good to spend some time observing what people has been doing and the way they have transformed their idea into simulation implementation. Below are some of the websites (not exhaustive) that I refer to in finding Netlogo implementation examples. Maybe, you'll find this list useful also.


Jose Vidal’s Site (He is one of the most active netlogo's promoter, I find his blog extremely valuable also. )

Netlogo Model from the "Artificial Intelligence" book written by W. J. Teahan

Netlogo Model from the "Complex Adaptive Systems" book written by Scott E. Page and John Miller.

The University of Quenslaand

INSISOC (Social Systems Engineering Centre)

David McAvity’s Site

ADA’s Page

DisCSP - DIstributed COnstraint Satisfaction Problems (Many of the models are Jose Vidal's)



Hopefully I can find more interesting sites. Have fun then ;)

Sunday, December 18, 2011

Detik Detik yang Menentukan (bagi) BJ Habibie



Kali ini saya akan coba berbagi mengenai persepsi yang didapat selepas membaca buku karangan BJ Habibie: "Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi". Sebenarnya buku ini sudah saya miliki sejak empat tahun lalu, namun baru kali ini saya berkesempatan untuk menyelesaikannya. Sebagai artifak (yang mungkin ditujukan sebagai bukti) sejarah, gaya bahasa formil pada buku ini menguji "kesungguhan" (kejenuhan :p) pembaca untuk menyelesaikan isinya.

Sebagai anak emas mantan presiden RI-2 Soeharto yang dipercaya sebagai menteri riset dan teknologi selama dua puluh tahun dan akhirnya sebagai wakil presiden, BJ Habibie pada akhirnya menggantikan gurunya sebagai presiden RI-3. Masa pergolakan negeri tahun 1998 yang ditandai dengan krisis multidimensi, hiperinflasi, anarkisme, dan berbagai ketidakpastian sosial politik dan ekonomi yang memaksa keruntuhan dinasti Soeharto itu harus dijawab dengan berbagai langkah-langkah perbaikan yang kongkrit dan terarah. Dalam buku ini Habibie menerangkan berbagai "artifak-artifak" kebijakan yang ia konkritkan dalam mempersiapkan kehidupan berbangsa yang madani. Dalam buku ini, Habibie mendeskripsikan berbagai pertimbangan dan prosesi pegambilan kebijakan penting yang mengubah kehidupan bangsa Indonesia dari tradisi-tradisi sebelumnya seperti penghapusan hukum subversi, pembebasan tahanan politik, penjaminan kebebasan pers, desakralisasi institusi presiden, penyelesaian masalah Timor Timur, sistem pemilihan umum langsung, otonomi daerah, hingga proses revitalisasi ekonomi pra krisis moneter 1998, (contoh, penyehatan Bank-Bank bermasalah,pendirian Bank Mandiri, independensi Bank Indonesia, dll.).


Sangat menarik untuk membaca tulisan yang langsung ditulis oleh "si" pelaku sejarah langsung. Setidaknya kita mendapatkan gambaran tentang persepsinya tentang kondisi saat itu, jalan fikiran dan metodologi penyelesaian masalah yang ia terapkan, pengaruh-pengaruh pemikiran yang ia percaya dalam memilih kebijakan, dan berbagai dinamika kehidupan (tekanan-tekanan) yang ia alami. Sebuah artifak sejarah yang ditulis langsung oleh pelaku sejarah tentunya sangat berharga. Terlepas dari menarik/tidaknya gaya penulisannya, tentunya artifak langsung mengandung lebih sedikit bias bila dibandingkan dengan cerita dari sudut pandang orang ketiga keempat dan selanjutnya, yang bisa saja menarasikan sesuatu dengan persepsi yang jauh berbeda dari apa yang dimaksudkan si pelakunya.

Dengan membaca buku ini, jelaslah bahwa Habibie-lah arsitek dari semua perangkat pendukung desentralisasi/demokratisasi di Indonesia. Satu hal lain, Dia juga yang bertanggung jawab atas pemulihan perekonomian pasca krisis 98. Dalam buku ini ia juga mendeskripsikan pergolakan perpolitikan yang sedemikian panas dan dinamiknya pada masa itu..

Tanpa menjadi politis, buku ini menyimpan informasi yang sangat penting bagi siapapun yang tertarik mempelajari masa reformasi 98, tuntutan zaman, dan implikasinya dalam bentuk kebijakan yang dikonkritkan Habibie. Terimakasih Pak Habibie atas buku yang telah ditulis.

Saturday, November 26, 2011

Rumah Kaca, Tetralogi Buru, dan Perjuangan Berkelanjutan.


Akhirnya.. selesai juga saya baca rangkaian Tetralogi Pula Buru karya "Mbah" Pram ini. Berbeda  dengan tiga roman sebelumnya ("Bumi Manusia", "Jejak Langkah", dan "Anak Semua Bangsa") yang menampilkan Raden Mas Minke sebagai tokoh utama, "Rumah Kaca" menceritakan kehidupan Pangemanann seorang intel khusus kolonial Hindia Belanda yang ditugaskan untuk mengontrol pergerakan-pergerakan  yang berpotensi makar. Sebagai pejabat tinggi yang bertanggung jawab langsung pada gubernur jenderal hindia dan memiliki akses kepada dokumen-dokumen rahasia, Pangemanann menjadi penasihat utama gubernur, khususnya dalam menentukan apakah suatu pergerakan dianggap membahayakan bagi ajegnya kekuasaan kolonialisme. Melalui referensi balik layar Pangemanannlah akhirnya beberapa organisasi pergerakan di netralisir dengan dibuang atau dilemahkan, baik dari dalam maupun luar. Raden Mas Minke dan tokoh-tokoh dari Indische Partij adalah beberapa yang dibuang akibat dari referensi Pangemanann.

RM Tirtho Adhi Soerjo

"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah", pesan proklamator kita Soekarno. Tetralogi Pulau Buru yang mengambil pergerakan Indonesia pada awal abad 20 sebagai latar belakangnya ini menyadarkan saya akan peran para perintis dalam penggapaian mahkota kemerdekaan. Dengan mengisahkan kehidupan RM Minke yang merupakan personifikasi dari tokoh pergerakan pers indonesia pertama Tirtho Adhi Suerjo. Tetralogi ini telah mengangkat kisah-kisah awal pergerakan intelektualitas republik ini yang dirintis oleh tokoh intelektual pribumi yang bersekolah kedokteran di STOVIA. Kisah mengenai kampanye-kampanye pentingnya berorganisasi yang dirintis dr. Wahidin Soedirohoesodo, pembentukan Sarikat Dagang Islam rintisan Minke (Tirtho Adhi Suerjo) dan Thamrin Mohammad Thabrie (H. Samanhudi) sebagai kekuatan dagang penyeimbang terhadap dominasi dagang tionghoa pada kala itu, pembentukan Medan Prijaji sebagai pers yang menyuarakan ketidakadilan yang diterima masyarakat oleh kolonialisme, pergerakan pendidikan Boedi Muljo (Boedi Oetomo) yang diprakarsai dr. Soetomo, pahlawan wanita dari Jepara (RA Kartini) dan sekolah keutamaan istri  Dewi Sartika yang dikagumi Minke, pergerakan Sarikat Islam masa Mas Tjokro (Hadji Oemar Said Tjokroaminoto), hingga  diawalinya pengakuan hak politik pribumi, melalui masuknya wakil dari Boedi Oetomo dan Sarikat Islam dalam dewan perwakilan rakyat hindia belanda (Volksraad), merupakan kisah-kisah sejarah yang urgensinya disuguhkan dengan cara yang unik oleh tulisan Pram.

Setelah membaca tetralogi ini, saya mendapat kesadaran akan pentingnya pengaruh dr. Wahidin, RM Soerjo, H. Samanhudi, Soetomo, Kartini, Dewi Sartika, dan HOS Tjokroaminoto pada kehidupan pergerakan selanjutnya, termasuk proklamator kita yang pernah "nge-kost" pada beliau (HOS Tjokroaminoto). Dalam perjalan pergerakan selanjutnya, HOS Tjokroaminoto adalah kepala dari institusi pergerakan yang terbesar pada zamannya, dan pengamatan akan pergerakan dan pengalaman HOS Tjokro secara alami telah menjadi bahan pembelajaran bagi para anak "kostnya", termasuk Soekarno, Musso, dan Kartosoewirjo.

Secara subjektif, pelajaran yang bisa saya ambil adalah: tidak semua pejuang menikmati manisnya kesuksesan, namun perjuangan satu dan perjuangan lainnya adalah mata rantai berkelanjutan yang (apabila didasari kebenaran) akan mencapai masanya juga. Seperti Minke yang akhirnya mati dan dilupakan massa, Medan Prijaji dan Syarikat Islam telah menginspirasi dan menjadi titik tolak bagi perjuangan perjuangan selanjutnya. Permasalahannya bukanlah pada keberhasilan dalam perjuangan, (karena hal itu Tuhan yang akan menentukan) tetapi pada keterlibatan kita pada mata rantai kesadaran dan perjuangan, ataukah kita memilih terlena pada lembamnya apatisme. Semoga Tuhan berkenan untuk membimbing kita pada jalan yang benar. Amin.

Sebagai penutup saya kutip sebuah dokumenter mengenai penggalan kehidupan RM Tirtho Adhi Soerjo:






Friday, November 4, 2011

Ada Alasan..


Ada alasan..
Dibalik silau gemerlapan..
Ada alasan..
Dibalik tanah dimana kilau kan akhirnya tenggelam..
Ada alasan..
Mengapa Sang Kuasa tak datangi hamba-Nya secara nyata..
Ada alasan..
Mengapa hanya Sang Pembawa Pesan yang dijaga dari alpha..

Ada alasan..
Mengapa seorang bandit tidak lebih hina dari yang menyebut dirinya ulama..
Ada alasan..
Mengapa kata para pemuka terasa hampa dibanding jerit lapar nan jujur seorang gembel..
Ada alasan..
Mengapa banyak berlomba berdandan diri dengan topeng kristal kaca..
Ada alasan..
Mengapa yang tak sempat bersolek justru yang akhirnya takkan fana..

Ada alasan..
Yang tak usah kau cari kemana jawabnya..
Ada alasan..
Dimana penelanjangan nurani adalah jawabnya..
Ada alasan..
Dimana semua drama-drama peranan bandit dan pemuka hanya kan buatmu tersenyum..
Ada alasan..
Bila pada akhirnya semua manusia adalah pendrama..
Ada alasan..
Pendrama akan lelah dan membuka diri sebenar-benarnya..

Ada alasan..
Mengapa Maharaja.. menyebut perjalanan terbaik khusus pada akhirnya..
Entah peranannya dulu sebagai pahlawan, buronan, atau figuran..
Yang kan terbuka dan tinggalkan kesan pesan hakiki adalah akhir cerita..

Semoga akhirku, akhirmu..
dan akhir keturunan kita hingga kiamat nanti..
adalah mulia..

Thursday, October 27, 2011

Nice Introduction to Metaheuristics (E-Book)

Hi..
Trough all these times, I have refused to invest some time to understand some concepts that a lot of people may consider as trivial. When many people/papers mention some metaheuristics buzz words like: "local optima", "hill climbing", "tabu search", "simulated annealing", "swarm optimization", "genetic algorithms", etc; it just freaked me out. I don't think I have enough time to drill down those academic literatures, which is too formal for a brief introduction.

However, I have found an e-book from Sean Luke of GMU. The "Essentials of Metaheuristics" book, that he wrote, is a perfect starter for beginners. It is presented in a rather casual (informal) language, which makes the reading less boring. Each concept is always presented with the accompanying pseudocode (great!!!). I am really satisfied with the eBook. I am considering buying the hardcopy also.

www.openclipart.org

Surprisingly, Sean Luke is also the designer of an agent based simulation platform called MASON. Interesting.. 

I am still using Netlogo for making simulation and I find that the community (mailinglist) is really active and reliable. Based on my personal experience, there is always someone in the forum who will reply to your questions, even to the stupid ones (may be not too stupid :p). This is waaaay different with the Repast's (agent based simulation platform) community which is (basically) dead.

So the lesson is..: you should consider of building a live community to support the use of your platform. Great product with dead community has a great "likelihood" to die soon..

Once again, it is a great book, I finally understand that all those buzz words i mentioned before, have the same principle (the survival of the fittest). O yeah.. Sean Luke also mentioned another alternative e-book that you can use in learning the optimization heuristic topics: Global Optimization Algorithms: Theory and Application by Thomas Wiese. I never read it, but I may do it if the time permits.

OK have fun then..

Friday, October 21, 2011

Minsky& Nash have the same PhD Advisor

Surprisingly John Nash (game theory) and Marvin Minsky (artificial intelligence) share the same PhD advisor. Although I am not at all mathematician, I find that the idea of the mathematics genealogy project rocks.. :) Everybody will not only has his biological or legal parents, family etc; but also his academical family tree. Cool

Mathematics Genealogy Project Screenshot.

Thursday, October 20, 2011

Reduced Image Quality when Converting "Word" File to Pdf File

Hi All...

Some of you may have trapped in the same problem like I did. When I tried to convert a MS Word file to a Pdf file with some free converter, some of the images in the file were downgraded in quality (see the screen shot below).


If you have the same problem, you can use the free plug in from the microsoft dowload center. The plug in name is "2007 Microsoft Office Add-in: Microsoft Save as PDF". You can see the result in the picture shown below.


OK, have fun then... ;)

Tuesday, October 18, 2011

Desirability Index - Multiobjective Optimization

Just want to sketch my personal (graphical) interpretation of the desirability index approach for multi-objectives optimization problem.



Reference:
Derringer, G., & Suich, R. (1980). SIMULTANEOUS-OPTIMIZATION OF SEVERAL RESPONSE VARIABLES. Journal of Quality Technology, 12(4), 214-219.

Wednesday, October 12, 2011

Kesalahan Apapun Terampuni, Kecuali...

Merenung sejenak, pada tiga kasus yang menegaskan batas toleransi yang dapat diterima antara manusia dengan Tuhan-nya, manusia dan orang tuanya, manusia dan manusia lainnya...

  • Manusia pada dasarnya dapat teledor melakukan kesalahan sebesar apapun pada Tuhan-nya dan mendapat maaf, namun ada satu yang tidak dapat di"putih"kan dengan mudah, yaitu syirik/ menyekutukan Tuhan/ pembangkangan/ penodaan kesetiaan pada Sang Pencipta yang diyakininya.
  • Manusia pada dasarnya dapat teledor melakukan kesalahan sebesar apapun pada orang tua-nya dan mendapat maaf, namun ada satu yang tidak dapat di"putih"kan dengan mudah yaitu durhaka/ pembangkangan pada manusia yang menjadi perantara kasih Tuhannya.
  • Manusia pada dasarnya dapat teledor melakukan kesalahan sebesar apapun pada sesamanya , namun ada satu yang tidak dapat di"putih"kan dengan mudah yaitu pelanggaran komitmen/ penghianatan kepercayaan dari "pelanggan/ partnernya".

Tiga hubungan yang berbeda, satu prinsip dasar yang menjadi kunci kemuliaan/ keterpurukan seorang manusia, siapapun "pelanggan-nya": "teguh dan menjaga kepercayaan pada setiap komitmen yang telah dibuat, apapun resikonya". Semoga kita bisa menjadi orang yang amanat, mesipun tak semudah kata tentunya.. :)

Tuesday, October 11, 2011

Dynamic Vehicle Routing - PhD Theses Couple

It is interesting to see, how some PhD candidates have managed to develop such a good team work in doing research and produced articles that are mutually beneficial for each team member's thesis. I find this unique case while I am drowning in the dynamic vehicle routing problems literature. Basically there are two approaches for tackling the problem: the OR (operations-research) approach and the decentralized (agent based) approach. While Tamas Mahr have concentrated on developing the agent based solution, Jordan Srour have invested some time in tackling the problem from a centralized perspective. They collaborated, produced a great paper (Transportation Research paper), and have a nice chapter in their theses. Nice..


Sunday, October 9, 2011

Saya Berharap vs Saya Menginginkan

Di kala membaca buku mungil bertajuk "Whatever You Think Think the Opposite" karangan Paul Arden, terdapat kutipan menarik yang menjelaskan perbedaan prinsipil antara sebuah harapan dan keinginan. 


Harapan lebih dekat pada angan-angan kosong sedangkan keinginan diasosiasikan dengan impian yang solid. Keinginan selalu ditindaklanjuti dengan perencanaan dan realisasi eksekusi dari segala usaha yang merujuk pada terwujudnya keinginan itu. Harapan adalah impian yang tidak pernah ditindaklanjuti dengan kerja nyata, walhasil kemungkinan terwujudnya sangat kecil.

Pastikan kita tau perbedaan keduanya, keinginan dan harapan. Saya ingin.. Saya berharap.. :)


Jejak Langkah - Premoedya Ananta Toer - Ulasan Sementara

Hfiuh..

Tak terasa habis juga akhir pekanku membaca 12 bab awal dari roman ke-3 seri dari seri Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Roman ketiga ini berjudul Jejak Langkah. Terus terang, 200 halaman pertama terbuang dengan menjemukan. Di bagian awal itu, diceritakan lika-liku kehidupan Minke selama menjadi kadet di sekolah kedokteran STOVIA (De School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), juga pernikahan keduanya yang berakhir tragis seiring dengan kematian Mei istri keduanya. 


Nyaris berhenti karena kebosanan, cerita dinamika kehidupan Minke setelah ia keluar dari STOVIA itu yang justru membuatku ketagihan untuk kembali membacanya. Pengalamannya dengan Syarikat Priyayi, Thamrin Mohammad Thabrie, pendirian tabloid pers pribumi pertama (konon), hubungannya dengan Boedi Oetomo, Soetomo dan dokter pensiunan yang mempelopori kampanye pentingnya organisasi dalam pergerakan (tebakanku: dr. Wahidin Soedirohusodo) sangatlah menarik.


Baru kumengerti mengapa penceritaan hidup di masa sekolah Minke di STOVIA harus juga disampaikan. Karena memang pergerakan bangsa ini dicikali oleh kaum priyayi dokter pribumi yang bersekolah di STOVIA. Alur cerita yang mengambil setting awal pergerakan intelektual bangsa ini (berdirinya Boedi Oetomo, media dan segala sisi menariknya), cukup mencengangkan. Sekalipun roman ini termasuk kedalam kategori fiksi, setidaknya penulis berhasil menuntun anganku untuk memahami kondisi masyarakat intelek disaat itu, menurut versinya tentunya. Sekitar 200 halaman lagi tersisa, menarik untuk mengetahui kelanjutan cerita dari si Minke ini. Seorang pemberontak, seorang yang (dapat dianggap terlalu) bebas, seorang yang sadar akan pentingnya bergerak untuk perbaikan, seorang tokoh yang merepresentasikan ke"gila"-an penulisnya, Pramoedya Ananta Toer. Menarik.. semoga ku bisa luangkan lagi untuk membaca eksplorasi-eksplorasi manusia.. disela jadwal riset yang padat ini..

Saturday, October 8, 2011

Organisasi, Syarikat, Perkumpulan, atau Persekutuan?

Ditengah-tengah memudarnya semangat untuk melanjutkan roman "Jejak Langkah" - Mbah Pramoedya yang kurasa semakin membosankan alur ceritanya, akhirnya gairahku kembali naik setelah membaca alur di bab 7.

Ada petikan menarik dari kutipan percakapan di pertemuan pertama dari Minke (tokoh utama roman) dan Thamrin Mohammad Thabrie (TMT). Dalam roman itu diceritakan pendapat TMT untuk lebih memilih istilah syarikat dibandingkan dengan organisasi, perkumpulan, atau persekutuan.  

Minke : "Baik mana organisasi atau syarikat dibandingkan dengan perkumpulan atau persekutuan, Tuan?"

TMT   : "Tentu saja baik syarikat. Pertama, karena dia kata dari bahasa Arab, bahasa Al-Quran. Kedua, karena dia mengingatkan orang pada kata ikatKetiga, karena dia lebih pendek dan lebih sederhana dari perkumpulan. Keempat, karena dia tak punya sangkut paut dengan kutu dari persekutuan. Kan bersyarikat lebih daripada hanya berkumpul? Dan persekutuan mendekati arti perkumpulan orang-orang yang sama kutunya?"


Menarik :p disadur dari roman Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer

Thursday, September 1, 2011

Group of Geniuses & Coordination Philosophy

“It is a mistake to assume that effective coordination will result if we take nodes that are individually good problem solvers and then simply give these nodes a communication interface so that they can exchange messages. Coordination is not achieved just through exchanging information; nodes must reason about what that information represents and how exchanging information will affect their individual and group behavior performance. (Durfee et. al, 1989)”


I guess brilliant computer scientists are doing just as great as the philosophers in exploring truth.

Reference:
E. H. Durfee, V. R. Lesser, and D. D. Corkill. "Trends in Cooperative Distributed Problem Solving". IEEE Transactions on Knowledge and Data Engineering, 1(1):63–83, 1989.

Monday, July 18, 2011

10 Pepatah Bijak Jawa

Copas dari milis, pengingat yang berguna :p

1. "Urip Iku Urup"
Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita"

2. "Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara"
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

3. "Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti"
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

4. "Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha"
Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/ kekuatan/ kekayaan/ keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan.

5. "Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan"
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.


6. "Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman"
Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja.

7. "Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman"
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

8. "Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka"
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

9. "Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo"
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

10. "Aja Adigang, Adigung, Adiguna"
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.


...

Sunday, July 17, 2011

Netlogo runs faster in windows than in ubuntu - Lesson learned from simulation try outs

Hi Everyone..


It's been quite a while since the last blog posting... This weekend I have been busy doing Netlogo simulation's try outs. Since I have 2 machines (1 old desktop and 1 laptop) in my home, I'd like to know which one will bring better performance in terms of computation speed. Moreover, I have an access to a remote machine (server) from a good colleague (lets call him "Master of Ninja Turtles", hahaha..). However, based on the try outs run in my local machines, I decided not to continue the try out using the remote machine. This performance test will be useful in determining the machine I should use in doing future simulation runs.. The following picture portrays the result, sorry about the censors.. hehehe..


The result of the performance test is shown in the figure below. 3 machine setups are tested for running the exact simulation scenario. As shown, based on my experience, the Netlogo simulation duration explodes when we use ubuntu. It seems that Netlogo is optimized for windows OS and not for ubuntu OS.


Here are some chat records that I extracted from the discussion (about the result) that I had with the "Master of Ninja Turtles".

Me: "before i thought that everything will run faster on linux... but its not always the case or?"

Master: "no, it really depends on the software, if I write something and optimise it on Linux, it might run slower on Windows. And vice versa"

Me: "cool master... i learned something... "

Master: "Windows has the advantage that there are more users, so companies usually create the application for windows, and support Linux as well. But they focus on windows. (makes sense to do something that benefits most of your customers) and in this case I guess the sun vm would also make a difference, but I don't know how much"


OK Have a productive week everyone...!!!

Friday, July 8, 2011

Comprehensive Introduction to Cloud Computing & Multi-tenant Architecture

Hi, I have been exploring the internet for some useful material about cloud computing, SaaS, and multi-tenant architecture. For a novice like me, most of the articles out there are either too "geeky/ technical" or too "pop". In the end, I finally find a nice source of information from Microsoft's MSDN Library. Actually, I was expecting something better from the Google's side, but the URL I found is just too technical for me.


If you go to this URL, you can find some articles which are not so low level, yet not too high level either. Take an example, the article "Architecture Strategies for Catching the Long Tail" explains the business rationale of developing multi-tenant SaaS application (i.e. the relationship between the deployment instances and the economics of scale). Another brilliant article entitled "Multi-Tenant Data Architecture" explains nicely the issues that have to be considered in developing multi-tenant application (i.e. user management authority, data model customization for different tenants, etc). Surely there are a lot of things to explore in the mentioned MSDN library. The articles are written in 2006, and I just explored them now, what a laggard :). Anyway, in this case (transferring the SaaS - multitenancy issue and presenting them in a digestible manner to non "geek" people), I find that Microsoft is better than Google. Well, have a nice weekend everyone.

Monday, July 4, 2011

DB Schenker-Smartbox: Real Implementation - Real Time Container Monitoring

Hi.. I am just so excited, I found another video from videolectures.net that presents the implementation of container track and tracing concept. A representative from a German logistics giant, DB Schenker, explained about the smartbox project. Its indeed a better video than the ones i posted before :p. You should check this video out:


"DB SCHENKER smartbox – A Leading Product for Innovative Ocean Freight Transparency"


The details of the presentation are just great. The stories about location tracing, the temperature and the humidity monitoring, the g-force, the problems with outdated maps, the balance between the monitoring frequency - battery life, etc, are just overwhelming. If you are a maniac in the container transport topic, I strongly recommend you this brilliant 24 minutes video.

Sunday, July 3, 2011

Container Transport Visibility & Security - Video Repost

This weekend, I have been looking for any video that might give more insight about real time monitoring in the maritime container sector. The results are two videos worth to share :p.

The first one is published by the Integrity initiatives. An EU project supported by several academic and business partners. One of my colleagues from my old office was also in the video, what a surprise :



Another video appears in one of my favourite sites: videolectures.net. The video is presented by Wolfgang Busch from EADS Astrium. It's just great to have an explanation from a representative who understands the details of the concept's implementation. Although it is a quite brief video, you will have a feeling that the presenter is indeed a master in the field :p. Enjoy the video then :
Real-time container monitoring – a valid alternative to 100% scanning
.


Disclaimer: All the videos, that are posted here, belong to their owner. They are not mine for sure :)

Wednesday, June 29, 2011

Multi-Tenant Blog : Should I Specialize My Blog?

I just received a task, in which I have to learn a bit about the multi-tenant software development topic. Being new to the field, the first thing I do is googling the keyword (i.e. "multi-tenancy"). As usual, wikipedia holds the first rank. What surprised me, is that a personal blog holds the second rank for this keyword. The Multi-Tenancy blog, that is created by CP Bezemer, a PhD student from TU Delft NL, seems quite successful in delivering relevant information to its readers.


I read the blog for a couple of hours. It is well written. Moreover, the blog owner's is also a researching this very specific topic and tries to convey his knowledge to the world. Although less frequent updates are published, the blog is quite successful in gaining audience. It has encouraged me to not being afraid to write something specific.


Maybe I should specialize my blog... mmm.. I guess not, I like to mix everything in this lovely artifact of mine, yabba dabba doo.. :p

cartoon source -> http://hooniverse.com

Wednesday, June 15, 2011

Favourite Place for Lunch - Warung Mini Rotterdam

Hi, just want to share my favorite place for having lunch. As Indonesian, I feel that eating rice is somehow considered a must. Although I have spent 5.5 years living in Europe, I find it very difficult to enjoy eating bread on a regular basis. For lunch, I do not have many alternatives. I can force myself to eat bread and cheese, but eating is about enjoying right :p


One day a friend of mine, who is working at Warung Mini Rotterdam, told me that Warung Mini use halal chicken for their dishes. This is a great news. Since then I have more alternatives for eating lunch. Normally I eat turkish durum or doener kebab. I don't know until when warung mini will be still using halal chicken, but at least I can enjoy my favourite soto soup for a while.


Oh yes, for those who are interested to come, here I also attach their working hours picture (or "warung hours" to be more precise :p).


Okie have fun guys :)

Exploring Software Release Management T_T

I've been trying to get a brief understanding of what the software release management (SRM) really is. The sketch below shows my personal interpretation:


I've been surfing around and I think that the following (sorted) URLs might be useful for introducing SRM:

1) "Release Management: Where to Start?"
2) "Agile Release Train Community of Practice"
3) "Software Versioning"
4) "Release Management in Large Free Software Projects - Video"
5) "Information Technology Infrastructure Library (ITIL)"
6) "DevOps"
7) "Software Release Management Best Practices"
8) "7 Ways to Improve Your Software Release Management"

Have fun then :)

Monday, May 30, 2011

2022 Jerman Bebas Nuklir - Indonesia Terus Berkampanye

Assalamualaikum Wr. Wb.


Selepas pulang bekerja, saya membaca berita dari seorang teman berkenaan dengan komitmen pemerintah Jerman untuk menghentikan operasi reaktor-reaktor nuklirnya (rujukan). Trauma bencana di Fukushima memaksa pemerintah Jerman untuk segera mengambil keputusan tentang kontinuitas operasi reaktor nuklir. Sang Kanselir pun harus memilih diantara dua pilihan berat, dukungan kaum industrialis pro-nuklir atau keselamatan dan ketenangan rakyatnya (rujukan). Keputusan yang berani diambil oleh Angela Merkel kali ini. Meskipun dia ditentang oleh partai politik almamaternya, ia mendukung pelaksanaan langkah kongkrit (bukan hanya wacana) untuk menjadikan sang raksasa eropa ini bebas nuklir. Salut.

http://www.tempointeraktif.com/hg/eropa/2011/05/30/brk,20110530-337567,id.html

Merujuk pada artikel kecil tentang fatalitas bencana nuklir yang pernah saya coba tulis (rujukan) pada 10 April 2011, ternyata hingga kini (30 Mei 2011/ hampir 2 bulan) Pusat Diseminasi Iptek Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) masih gencar mempromosikan energi nuklir melalui media detik.com (screenshot dilampirkan dibawah), dengan slogannya.. "Go Green Dengan Energi Nuklir" - "Keselamatan Lingkungan dan Masyarakat adalah Prioritas (Maksudnya??? :p)".. Kadang-kadang "pakar" memang sulit dimengerti, hehehe.. Maju terus Indonesia, setuju dengan BATAN "Keselamatan Lingkungan dan Masyarakat adalah Prioritas" tapi TIDAK dengan kalimat (yang jelas-jelas berkontradiksi) ini "Go Green Dengan Energi Nuklir"..


Ada bagusnya juga prinsip "pakar" yang satu ini, Mbah Albert Einstein, "You do not really understand something unless you can explain it to your grandmother. - Saudara tidak dapat dikatakan benar-benar mengerti akan suatu hal sampai anda dapat menjelaskannya pada nenek saudara" hehehe.. Wallahualam Bishawab.


Wassalamualaikum Wr Wb.
Meditya

Thursday, May 26, 2011

Tentang Komunitas - Perenungan Sebelum Tidur

Komunitas adalah tempat belajar, berbagi inspirasi, bersenang-senang dan bernyaman-nyaman dalam berbagi keteladanan antar kawan.

Dari komunitas yang baik, didapat pertukaran pelajaran yang baik, kawan-kawan yang menginspirasi untuk menjadi lebih baik, dan motivasi memperbaiki diri yang dipicu oleh perasaan miskin dalam karya dan keteladanan.

Begitu pula sebaliknya,
dari komunitas yang kurang baik didapat pelajaran-pelajaran yang kurang baik, kawan-kawan yang dapat mendegradasi karakter diri karena merasa paling baik, dan potensi demotivasi yang dipicu oleh perasaan hebat dan congkak.

Bersyukurlah orang-orang yang dapat menemukan komunitas dimana sebagian besar penghuninya memiliki keteladanan unik yang dari mereka ia dapat belajar, dimana sebagian besar penghuninya memiliki kelebihan namun terbungkus dalam kerendah-hatian, sebuah komunitas yang dapat selalu menyadarkan orang ybs akan keterbatasan dan kekurangan dirinya, yang pada akhirnya akan menstimulasi perbaikan kemampuan dan karakter.

Itulah sebabnya banyak orang tiada segan untuk membayar sangat mahal untuk dapat menjadi anggota suatu komunitas, sekolah misalnya. Tujuannya jelas, diharapkan dengan menjadi bagian interaksi pada komunitas yang dipilih, kita akan mendapat pengaruh yang baik dari guru-guru yang berkualitas, kawan-kawan yang berkualitas, diskusi-diskusi dan debat-debat konstruktif yang dapat menajamkan pikiran, pengaruh-pengaruh yang meninggikan nilai intrinsik orang yang bersangkutan.

Bersyukurlah orang-orang yang dapat menemukan komunitas yang menstimulasi dirinya untuk memperbaiki diri. Amin.

Monday, May 23, 2011

Bertanya Maharaja...

Maharaja bimbing melalui tangan ghaib-nya..
Bakti bukti setia jati diri punggawa..
Kerasnya medan laga pelalaian telik sandi tak lengahkan dia..
Gemerlap istana permata mahkota tak silaukan dia..
Bermain yakin khianat tiada terlintas..
Hidup matinya adalah Maharajanya..

Siapakah maharajamu duhai ksatria..
Jangan salah kau baktikan diri..
Jangan siakan keringat menetes bila hanya sia akhirnya..
Jangan rendahkan dirimu kecuali pada yang paling tinggi saja..
Sungguh Maharaja manapun membenci pencari muka..


Kita adalah bakti..
Bagi Maharaja kita..
Pertanyaannya..
Siapa Maharaja yang benar-benar kita agungkan..
Lidah dapat berdusta, raga dapat ditarikan..
Namun relung hati takkan pernah mendua..

Saturday, May 21, 2011

Dumelan PSSI

Bung..
Saya sangat respek terhadap Bung..
Wiraswasta yang berdayakan anak-anak bangsa..
Untuk olah bumi pertiwi..
Dengan pergerakan pribadi-pribadi mandiri..
Putra-putri negeri yang hidup mati di sini..

Bung..
Saya cukup segan terhadap Bung..
Panglima tertinggi laskar tentara..
Bentukan Sudirman sang legenda..
Peraih keabadian lewat baktinya..
Memilih gerilya dibanding istana..

Bung..
Saya sampaikan rasa terimakasih..
Atas jasa Bung juga..
Kekaisaran kaisar bal-balan..
Yang tak mau turun itu..
Akhirnya tumbang juga..

Meski akhirnya sang hakim coret bung tuk jadi kandidat selanjutnya..
Peran Bung tak terbantahkan..
Dalam peralihan yang dinanti ini..
Terimakasih..

Bung..
Terhentak pagi ini dengar berita..
Tentang tercorengnya respek semula..
Atas ulah bala tentara Bung..
Yang mencoreng citra semua..
Citra kampung halaman tercinta, Indonesia..

Atas ulah mereka..
Masyarakat yang hanya bisa tertawa..
Melupa sejenak perih hidup biasa..
Kala tim kesayangannya berlaga..
Terancam tak bisa tertawa menyanyi bersama lagi..

Meski hanya satu atau dua kali setahun..
Setidaknya pada 90 menit yang sakral itulah..
Semua bersatu dalam irama gegap gempita..
Menangis tertawa ikuti jagoan-jagoannya..

Aneh.. tapi nyata..
Cukup sedih memang.. namun begitulah adanya..

Bung..
Yang semula dinanti sebagai pahlawan..
Detik krusial ini benar akan buka semuanya..
Apakah Bung pahlawan sejati itu..
Atau justru Bung-lah si sumber kecewa..
Apakah Bung kedepankan bahagia bersama..
Atau justru mengorbankannya..

Bung..
Tetaplah jadi pahlawan..
Tegarlah dan kalahkan dia..
Meski kali ini musuhnya sangat digdaya..
dan lebih hebat dari rahwana..

Kalahkan diri Bung sendiri..
dan mundurlah..
Hanya itu caranya..
Tetaplah menjadi terhormat..
dan biarkanlah kami berbahagia..

semoga belum terlambat..

Monday, May 16, 2011

Netlogo Introductory Tutorial Video - Gabriel Wuerzer

What a coincidence, for my 110th blog, I post this beautiful Netlogo (agent-based simulation platform) tutorial created by Gabriel Wuerzer of Vienna Technical University. I found this (1 Hour 48 Minutes) video  from Youtube, and I think it is good to repost the news. There is not so many researcher who is willing to invest some time for sharing their knowledge. That is why this video is so valuable, especially for anyone who is interested in studying agent-based simulation.



I have watched the first 37 minutes of the video. I find the video easy to follow and really "beginner friendly". Not just presenting one way explanation, the video will guide you for doing simple "hands-on" tutorials also. The first 37 minutes focus on the concept of turtle (the agent). The pace of the lecture is quite slow, which is good for beginners. Can't wait to continue... :)

Concept of a Turtle (Agent) by Gabriel Wuerzer

Wednesday, May 4, 2011

Suhu - Iwan Fals

Kekerasan ada batasnya
Keluwesan tak ada batasnya
Tak ada kuda-kuda yang tak bisa dijatuhkan
Karena itu geseran lebih utama

Keunggulan geseran terletak pada keseimbangan
Rahasia keseimbangan adalah kewajaran
Wajar itu kosong

Membentur dapat diukur
Menempel sukar dikira
Mundur satu langkah maju ke delapan penjuru
Kosong dan isi bergantian
Menuruti keadaan



Lirik lagu Suhu ciptaan Iwan Fals, lirik dalam yang (mungkin) terinspirasi filosofi pencak silat.. :p

Monday, May 2, 2011

Ketabahan - Buya Hamka

Wahai diriku teruslah maju..
Ditengah jalan janganlah berhenti..
Sebelum ajal janganlah mati..
Keridhaan Allah itulah tuju..

Tatkala engkau menjadi palu..
Beranilah memukul habis-habisan..
Tiba giliran jadi landasan..
Tahanlah pukulan biar berlalu..

Saturday, April 30, 2011

11:49

Senyum tersungging..
Manis menarik ujung bibir semua..
Pilu bertahun hilang seketika..
Sendu kelu dinginnya badai terlupa..

Tunduk lesu lunglai badanmu..
Awan mendung tutup sang surya..
Ceria cahaya kan redup juga..
Adakah beda bila bertanya..


Nafas lembaran roman kehidupan..
Sekali menarik.. sekali menghembus..
Sekali menerima.. sekali memberi..
Sekali bahagia.. sekali terluka..

Pada akhirnya sama saja..
Toh lembaran itu harus dilewati juga..
Entah mendung.. entah indahnya..
Penentu bahagia adalah jiwa..
Bukan cuaca diluar sana..

Terpujilah Sang Maharaja..
Yang bolak-balikkan hati pendrama..
Biar teguh pada akhirnya..

Amin..

Sunday, April 10, 2011

Chernobyl, Fukushima, dan Fatalitas Bencana Nuklir

Assalamualaikum Wr. Wb.


Masih belum lekang dari ingatan, fatalitas dari kegagalan pembangkit tenaga nuklir di Fukushima yang diinisiasi oleh bencana gempa bumi 9.0 skala richter di Jepang. Semua orang merasa prihatin akan kejadian itu. Berbagai upaya heroik nan mengharukan dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat jepang untuk memitigasi masalah nuklir ini. Pertanyaannya selanjutnya timbul, sebagaimana tinggi tingkat kesadaran kita terhadap resiko dan dampak yang ditimbulkan dari kegagalan reaktor nuklir ini.

Meskipun isu Fukushima semakin lama semakin redup, pagi ini saya sedikit tersentak dengan sebuah iklan di sebuah media masa elektronik yang mempromosikan sebuah slogan bertajuk “Go Green dengan Energi Nuklir“. Saya coba klik iklan tersebut, jelas bahwa yang menempatkannya adalah BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional). Slogan yang terdapat pada URL lengkap ini bertajuk lengkap “Go Green dengan Energi Nuklir – Keselamatan Lingkungan adalah Prioritas”. Hmh.. menarik.. proposisi utama yang diajukan berkaitan dengan tingginya efek rumah kaca yang ditimbulkan oleh emisi CO2 energy fosil dan betapa “hijaunya” energy nuklir ini. Tesis mereka seakan dengan mudah melupakan dengan trauma bencana yang baru saja terjadi, sebulan pun belum genap. Dalam paragraf terakhir iklan tersebut, disinggung dengan bahwa, ”Pelajaran terpenting yang bisa dipetik dari kejadian tersebut adalah desain PLTN masa depan harus mengutamakan sistem keselamatan pasif dan Inhern Safety Fiture yang menjamin keselamatan reaktor nuklir dalam keadaan apapun, termasuk bencana alam yang dahsyat. Selain itu harus dipilih calon lokasi PLTN yang paling aman (probabilitas terjadinya bencana minimal) dan disertai kajian antisipasi kejadian yang paling buruk yang dapat terjadi (Design Basic Accident) .(BATAN, 2011)”.



Bagi orang awam, tesis yang diajukan cukup meyakinkan, namun mengingat fatalitas dari kegagalan sebuah PLTN, tidak serta merta membuat proposisi BATAN dapat diterima secara nurani. Tanpa menjadi inferior, saya rasa kita harus juga berkaca pada fakta bahwa kegagalan reaktor nuklir terdahsyat justru terjadi pada negara-negara dengan tingkat penguasaan teknologi yang tinggi seperti Jepang (Fukushima 2011) dan Uni Sovyet (Chernobyl 1986).

Sebagai orang yang awam yang cenderung apatis, iklan menyentak tadi menggelitik saya untuk meluangkan sedikit waktu untuk menyaksikan film dokumenter yang mengulas efek negatif dari kegagalan sebuah PLTN. Merujuk pada situs dokumenter gratis favorit saya, saya akhirnya memilih sebuah film documenter bertajuk “Chernobyl Heart”. Film yang meraih penghargaan untuk kategori film dokumenter pendek terbaik pada pada Academy Awards tahun 2004 ini, menghususkan pada penderitaan yang harus ditelan anak-anak tidak bersalah akibat tragedi Cherobyl. Ulasan yang direporteri oleh oleh Adi Roche direktur dari Chernobyl Children Foundation ini, dilakukan 16 tahun setelah ledakan terjadi. Tenggang waktu yang cukup lama dari meletusnya insiden, namun potret kegelapan dari tragedi itu tidak berhenti menghantui menghancurkan masa depan anak-anak dan bayi-bayi terlantar tadi.

Reaktor nuklir di Chernobyl di Ukraina Utara (Uni Sovyet) meledak pada tanggal 26 april 1986. Sebanyak 190 ton uranium dan material grafit terlempar dan terlarut di udara, mengancam masyarakat dengan kekuatan radiasi 90 kali lipat dari kekuatan radiasi yang digenerasikan bom Hiroshima pada perang dunia kedua. Lebih dari 400.000 penduduk dievakuasi, lebih dari 2000 desa dikosongkan, lebih dari 600.000 likuidator dikirim untuk mitigasi bencana dan lebih dari 13.000 diantaranya meninggal dunia, sementara sisanya terancam dari efek radiasi nuklir tersebut.

16 tahun kemudian, sesuai dengan plot film ini, surveyor yang meninjau ulang daerah bencana masih mengukur tingkat radiasi yang masih sangat tinggi, sekitar 1000 kali dari batas maksimum yang diperbolehkan. Bayangkan 16 tahun berlalu, tingkat radiasi masih sangat tinggi, ditambah lagi matinya aktifitas daerah perimeter reaktor sebagai konsekuensi logis. Surveyor juga meninjau rumah sakit di Belarusia dimana fakta-fakta menyedihkan ditemukan pada anak-anak dan bayi-bayi yang lahir setelah bencana terjadi (namun orang tua mereka tak lolos dari efek radiasi). Kasus kanker tyroid pada sampel daerah Gomel dan Brest, telah membengkak 10.000 kali lipat apabila dibandingkan dengan angka sebelum terjadinya insiden. Banyak bayi-bayi terlahir dengan mengidap tumor ganas, suatu pemandangan menyedihkan. Mereka menyebutkan bahwa ““Congenintal birth defects” have increased by 250% since the Chernobyl Accident on April 26 1986”, meskipun tidak mengerti secara jelas arti dari frasa “congenintal birth defects” ini, gambar anak-anak dengan tulang dan otot yang tidak pada tempatnya cukup meyakinkan saya bahwa kasus yang sangat fatal tengah terjadi.

Survey lain dilakukan oleh 2 peneliti dari institut radiolog di Belarusia. Mengambil sampel tes anak-anak di sebuah sekolah umum (125 km dari Chernobyl), dari 106 sampel, 45 diantaranya memiliki level cesium (radioaktif) diatas dari level yang diperbolehkan. Satu diantaranya bahkan memiliki kandungan 137 bacquerels per-kg. Ditengarai unsur2x radio aktif berbahaya ini merasuki tubuh mereka melalui makanan yang dikonsumsi (contoh selai roti, jamur, ikan, dll). Jelas bahwa, kegagalan nuklir ini telah merusak bumi, penghuni, dan segala isinya. Sebagai tambahan penjelasan, cesium adalah zat penyebab kanker (karsinogen) yang berpotensi untuk menyerang organ2x gastrointernal seperti jantung, hati, ginjal, dan paru-paru. Sebagai tambahan, di daerah Gomel (kota dengan 700.000 jiwa penduduk, berjarak kurang dari 50 mil dari Chernobyl) kontaminasi cesium mencapai 40 kali lipat dari batas yang diperbolehkan.

Mimpi buruk ini terus berlanjut, pada film itu ditunjukan pemandangan bayi dengan kepala-kepala membengkak dengan cairan di otak mereka. Film itu menunjukkan bahwa hanya 15-20% bayi lahir dengan benar-benar sehat pada satu rumah sakit yang mereka liput. Sebagai catatan tambahan angka kematian bayi di daerah sampel Belarusia 300% kali lipat lebih tinggi dari angka kematian di daerah Eropa lain.


Semua cerita mengharukan itu, adalah pengingat akan betapa berbahayanya dan betapa fatalnya kegagalan dari sebuah reaktor nuklir. Sebagai pengingat, survey dilakukan 16 tahun setelah ledakan itu terjadi.. dan bencana itu terus menghantui. Sebagai pengingat, bencana itu terjadi pada negara-negara dengan tingkat penguasaan teknologi yang dianggap superior pada masanya (Uni Sovyet dan Jepang). Dengan semua resiko dan pelajaran yang ada semoga kita dapat meningkatkan rasa kritis kita terhadap segala isu pembangunan pembangkit tenaga nuklir di tanah air kita.

Tampuk tanggung jawab kebijakan mafhumnya, ditambatkan pada golongan yang ahli dan berilmu. Ini adalah sesuatu yang berat, karena orang berilmu adalah orang yang berpotensi untuk dapat memberi penerangan sekaligus menjerumuskan massanya yang mengamanatkan tugas kepadanya. Semoga kita dijauhkan dari sikap tidak amanah terhadap ilmu pengetahuan yang kita punya. Dan tetap mengedepankan nurani diatas segala aksi, termasuk juga pengembangan teknologi. Maaf, bila sebagai penutup saya ingin mengutip kutipan hikmah dari kitab suci yang saya percaya, semoga tidak mengganggu:

“ Dan bila dikatakan kepada mereka:’Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi’. Mereka menjawab:’Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan’.(11). Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (12)“ [QS. Al-Baqarah 11-12]

Wallahu alam bi shawab, segala kesalahan dan kealfaan berasal dari keteledoran penulis, segala kebenaran datang dari Tuhan. Penulis adalah warga negara Indonesia, beragama Islam, penggemar musik rock alternatif, dan bukan orang suci. (halah... :p)


Wassalamualaikum Wr. Wb.
Meditya Wasesa

Saturday, April 9, 2011

Things I Don't Understand - Coldplay

How tides control the sea
And what becomes of me
How little things can slip out of your hand

How often people change
No two remain the same
Why things don't always turn out as you planned

These are things that I don't understand
Yeah these are things that I don't understand

I can't (and I can't) decide
Wrong (oh my wrong) from right
Day (oh my day) from night
Dark (oh my dark) from light
I love (but I love) this life


How infinite is space
And who decides your fate
Why everything will dissolve into sand

How to avoid defeat
Where truth and fiction meet
Why nothing ever turns out as you planned

These are things that I don't understand
Yeah these are things that I don't understand

I can't (and I can't) decide
Wrong (oh my wrong) from right
Day (oh my day) from night
Dark (oh my dark) from light
I love (but I love) this life


-Coldplay-
maafkansegalaketidaktahuankuduhaiMaharaja..

Sunday, March 27, 2011

Nice Quotes .. Kutipan Menarik..

"Das problem ist heute nicht die Atomenergie sondern das Herz des Menschen./ (Kini) permasalahan (utama) bukanlah terletak pada (hal-hal yang berkaitan dengan) energi nuklir, melainkan lebih kepada masalah hati umat manusia." (Albert Einstein).

"Ask God to work faith in you, or you will remain forever without faith, no matter what you wish, say, or can do./ Mohonlah pada Tuhan untuk menetapkan keyakinan dalam dirimu, atau kau akan tetap tinggal tanpa keyakinan tanpa peduli apa yang kau harapkan, katakan, atau dapat kerjakan." (Martin Luther).

"To forget one's purpose is the commonest form of stupidity./ Melupakan tujuan hidup (awal) adalah keteledoran yang paling mafhum terjadi" (Friedrich Nietzche).


"Nur der Mensch, der sein Leben lang gearbeitet hat, kann sagen: Ich habe gelebt./ Hanya orang-orang yang telah membangun hidupnya (dari hasil keringat dan pengalamannya) sendiri dapat (berhak) mengatakan (dengan sesungguhnya), saya telah melewati (memaknai) hidup." (Wolfgang von Goethe).

"Reason has always existed, but not always in a reasonable form./ Selalu ada penjelasan dari suatu fenomena, namun penjelasan itu tidak selamanya dapat dijelaskan (secara explisit)." (Karl Marx).

"One question that has concerned me very much is, To whom does the earth belong?/ Satu pertanyaan yang telah banyak mengusik diriku adalah: Siapa pemilik alam semesta ini?" (Heinrich Boell).

"Saya menganggap suatu kehormatan, bila seseorang datang berkilo meter untuk sekedar mengunjungi dan menghabiskan waktu denganmu/ I think it's a great honour, if somebody travels hundreds of kilometers just to meet and spend sometime with you." (Meditya Wasesa, LOL).

Saturday, March 19, 2011

Humbala...

Kutub..
Jauh di ujung menyepi..
Tepi sendiri mencengkram bumi..
Dingin semilir tiada peduli..
Hanya peduli si benar peduli..
Beberapa dari berjuta, pasti..

Khatulistiwa..
Meregang senang dibasuh sang surya..
Terombang nyiur dilenakan nirwana dunia..
Hangat senyumnya menyamarkan pijakannya..
Terbius semua oleh liukannya..
Berjuta bukan beberapa, itulah dia..

Duhai sang Kutub pemaku bumi…
Terpuji engkau diujung semedi..
Berdiam dibeku dikudakan norma..
Dipuja dilupakan dielukan dicaci..
Berpaling engkau dari semua..
Nikmati cumbu rindu nyanyian langit..
Sang langit dalam relung yakinmu..

Duhai Khatulistiwa pelintang dunia..
Terpuji engkau diatas suka duka..
Tangis tawa cucu adam hawa..
Selimut hangatkan ciptakan rona..
Cepat putarmu membuat hidup mereka berlari..
Dalam cerianya rotasi bumi..
Dalam timbul tenggelamnya aji-aji..

Dinamika adalah kemenarikan..
Statika adalah kekolotan yang tak mungkin terjadi disini..
Duhai Semesta..
Semua titikmu bergerak dan slalu bergerak..
Berlari dan terus berlari tanpa mau berhenti..
Dua titik tetap diam
Sementara lainnya mengitari menyanyikan lagu humbala..
Berputar bingung pada sumbu kolot itu..
Pada petapa yang tetap diam..
Tetap dingin.. tetap tidak menarik.. tetap membosankan..
tetap terlarut pada rindunya..
Rindu yang tiba kala semua porak poranda..

Semesta berbicara..
Manusia menentukan..

Monday, March 7, 2011

Sajak Seorang Tua untuk Istrinya - WS Rendra

Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu..
Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan.

Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
Suka duka kita bukanlah istimewa
karena setiap orang mengalaminya.


Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samudra,
serta mencipta dan mengukir dunia.

Kita menyandang tugas,
karena tugas adalah tugas.
Bukannya demi surga atau neraka.
Tetapi demi kehormatan seorang manusia.

Karena sesungguhnyalah kita bukan debu
meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu.
Kita adalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita.

Tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya.

Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna.
Sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita.
Sembilan puluh tahun yang selalu bangkit
melewatkan tahun-tahun lama yang porak poranda.
Dan kenangkanlah pula
bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa
menghadapi langit dan bumi, dan juga nasib kita.


Kita tersenyum bukanlah karena bersandiwara.
Bukan karena senyuman adalah suatu kedok.
Tetapi karena senyuman adalah suatu sikap.
Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama, nasib, dan kehidupan.


Lihatlah
Sembilan puluh tahun penuh warna
Kenangkanlah
bahwa kita telah selalu menolak menjadi koma.
Kita menjadi goyah dan bongkok
karena usia nampaknya lebih kuat dari kita
tapi bukan karena kita telah terkalahkan.


Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kaukenangkan encokmu
kenangkanlah pula
bahwa kita ditantang seratus dewa.

Wednesday, January 26, 2011

"Anak Semua Bangsa - Pramoedya" - Sebuah Perspektif Pribadi

Akhirnya, selesai juga saya baca buku kedua dari Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Dalam karya lanjutan dari buku pertama (Bumi Manusia), Pram mengisahkan dilema Minke (tokoh utama dalam roman) dalam menghadapi kenyataan sesungguhnya dunia nyata.

Setelah sempat congkak dengan ketinggian akademiknya, Minke mengalami eksplorasi nyata yang sering kali bertolak belakang dari buku-buku yang sudah ia taklukan dengan nyaris sempurna. Kemiskinan dan manipulasi rakyat oleh penguasa, manipulasi penguasa oleh kerakusan segelintir pihak, juga pengalaman Minke sendiri untuk menjadi korban dari manipulasi seorang bertopeng keeleganan (insinyur sipil juga komandan perang terhormat yang ternyata tak lepas juga dari sikap rakus).

Pelajaran yang bisa dipetik adalah, pendidikan formal adalah suatu hal yang sangat penting, namun yang tak kalah penting tentunya bagaimana mengaplikasikannya untuk membawa manfaat dan perubahan kearah lebih baik bagi sesama. Seorang yang disemati dengan berbagai gelar-gelar nan elegan belum tentu bisa membawa manfaat bagi sesamanya. Terkadang, kita temui beberapa yang memanfaatkan ilmunya tuk menggiring ke arah kehancuran, naudzubillahimindzalik..

Roman vulgar kedua ini sarat dengan kenyataan yang pahit. Isinya jauh lebih berat dari Bumi Manusia. Sebagaimana tulisan Pram sebelumnya, dibutuhkan kematangan prinsip (terutama agama) dalam mencerna dan membedakan hal-hal yang dapat dipetik pelajarannya dengan hal-hal yang bersifat eksplorasi humanis yang tidak sejalan dengan agama. Jelasnya tulisan Pram bukan bacaan anak kecil.

Dari dua buku yang telah diselesaikan (Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa), bagi saya pribadi Pram adalah orang yang tidak malu untuk menelanjangi kebenaran melalui tulisan-tulisannya; mungkin terlalu eksrim, sehingga hal-hal personal dalam kehidupan Minke pun habis diekstrak (yang terkadang terlalu kontroversial untuk diekspos). Keberaniannya dalam menulis membuat tulisan-tulisannya sangat mengasyikkan untuk dibaca. Tak sabar untuk menunggu saatnya untuk mendapatkan 2 roman lanjutan dari Tetralogi Pulau Buru.

Sebagai catatan tambahan, beberapa orang sangat suka untuk mengelompokkan nilai-nilai kebenaran pada dikotomi kelompok tanpa benar-benar mempelajari apa yang mereka dikotomikan, seakan-akan kelompoknya yang paling bagus. Seiring dengan berjalannya umur, pada akhirnya yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Bukti akan terkuak dan bualan akan tenggelam. Insyaallah, Maharaja saya hanyalah Sang Esa, Kitab yang tidak ada keraguan didalamnya hanyalah satu, dan manusia paling sempurna hanyalah Sang Uswatun Hasanah itu sendiri, semoga tetap begitu hingga akhirnya. Amin.