Sunday, March 14, 2010

Saturday, March 6, 2010

Situs Andalan Untuk Cari Kerja S3

Terkadang gw dapet mail dari temen tentang situs internet untuk cari kerja riset. Berikut adalah situs-situs yang selalu gw pantengin dan gw elaborasi tiap hari pas jaman-jaman gw "sekarat" di tengah-tengah dilema antara switch cari kerja.. ato tetep "keukeuh" cari-cari s3 sembari ditolak mlulu hehehe.. Makanya gw kalo denger temen gw ditolak terus aplikasi s3 gw nyengir2x aja.. gw bilang aja "lu aplikasi udah berapa?" "ditolak udah berapa?" "kalo belum nyampe 50 an.. hehehe jangan protes yaks.. gw jg gitchuw.." (banyak jg tmn2x gw yang lebih dramatis pontang pantingnya.. bikin malu gw kalo nyerah duluan..) lu kan saingan sama orang dari planet mana-mana untuk dapetnya.. Apalagi kalo lu ngga ada sponsor dari mana-mana, bukan dosen, pegawai pemerintahan, swasta.. dsb dsb.. jadi ditolak mah rutinitas dan harus jadi mentalitas (halah.. naon sih?).. maksudnya mentalitas siap ditolak dan gagal hehehe..

Sharing gw.. jangan menyerah.. dan yakin aja Tuhan punya rencana yang lebih baek buat elu.. Walopun gw masih empot2xan juga sekarang risetnya.. Gw bersyukur juga si ditolak sama sekolah2x yang dulu2x dan dikasi Tuhan sekolah yang Alhamdulillah terbaik buat gw.. Setelah superduper bete dalam menerima setiap surat tolakan bernada manis dan menyanjung pada awalnya. Dan kadang setelah gw diterima di yang sekarang terkadang gw jg masih dapet panggilan kerja riset di tempat lain.. halah..



Pokonya jangan nyerah aja... Dan inget selalu usaha manusia sama ridho Tuhan itu jauh efeknya.. jadi lu mo cumlaude.. pengalaman kerja banyak.. dll. dll.. kalo Tuhan ngga ketok palu.. ngga jalan lah Mr.Jenius hehehe.. Makanya berdoanya kudu kenceng juga.. Karena menurut gw faktor "T" (TUHAN) itu gede.. Udah ah kebanyakan ngomong gw.. nih situs2xnya.. Coba juga cari situs laen dan pantengin google karena kadang banyak juga lowongan yang ngga kejaring di situs2x dibawah.. Enjoy dan Jangan Menyerah :p..

www.scholarshipnet.info
www.findaphd.com
www.academictransfer.com
www.rumahbeasiswa.com

nb. Oiya doain gw lancar ya.. hehehe..

Friday, March 5, 2010

The Winner vs The Loser Quote

The Winner is a part of the answer;

The Loser is a part of the problem.


The Winner has a program;

The Loser has an excuse.


The Winner says, "Let me do it for you";

The Loser says, "That is not my job."


The Winner sees an answer for every problem

The Loser sees a problem for every answer.


The Winner says, "It may be difficult but it is possible";

The Loser says, "It may be possible but it is too difficult."


When the Winner make a mistake, he says, "I was wrong";

When the Loser make a mistake, he says, "It wasn't my fault."


The Winner makes commitments;

The Loser makes promises.


The Winner sees the gain;

The Loser sees the pain.


The Winner sees possibilities;

The Loser sees problems.


The Winner believes in win-win;

The Loser believes for them to win someone has to lose.


The Winner chooses what they say;

The Loser says what they choose.


The Winner uses hard arguments but soft words;

The Loser uses soft arguments but hard words.


The Winner stands firm on values but compromise on petty things;

The Loser stands firm on petty things but compromise on values.


The Winner follows the philosophy of empathy: "Don't do to others what you would not want them to do to you";

The Loser follows the philosophy, "Do it to others before they do it to you."


The Winner makes it happen;

The Loser lets it happen...


(anonymous)

Wednesday, March 3, 2010

Auction Theory and Auction Practice Discrepancy - a Paper Review

Today I presented a paper review in LARGE group. The paper is from Management Science (1994) entitled “Modeling Competitive Bidding: a Critical Essay” written by Michel Rothkopf (RIP) and Ron Harstad. These 2 big economists in auction area write an essay which explains that there is big discrepancy between the existing (though its 1994 paper, I think it’s still relevant to the current research context) auction theory and the real practice, so that the developed theory is having limited application to the real live condition. My main interpretation of the whole paper is bundled by the figure shown below:


From this paper, we learn that the theories which try to model the competitive bidding behavior in auctions (both decision theory and game theoretical model) are mostly written in a single and isolated auction context. Moreover the assumptions which frame the theories (e.g. single isolated auctions, fixed number of bidders, symmetric Nash equilibrium, risk neutral bidders, etc) also limit the real world applicability. They suggest the researchers to adjust and enrich the elegant but simplified existing models so that the bidding model could be utilized in the real world situations.

There were a was discussion on how should we develop an analytic model which will fit to our research interest, which is the Dutch Flower Auction. Our research context is unique, since we are dealing with multi unit, multi bidders, multi suppliers, multi attributes, and highly interdependent auctions. We agreed that this paper would be considered as our main reference since it brings a lot of insights on how to make a realistic an applicable model, not just an elegant model which is good for theoretical sake but could not be applied in reality.

This writing also available in LARGE blog.

Monday, March 1, 2010

Ilmu yang Bermanfaat & Kesejahteraan yang Menyeluruh

Assalamualaikum Wr Wb



Di kala kesibukan dan rutinitas kita yang padat.. Terkadang waktu yang dimiliki untuk kembali ke ide dasar diciptakannya manusia sering dilupakan..

Meskipun terdengar utopis.. Pengertian bahwa manusia diciptakan untuk mendayagunakan hidup dan potensinya untuk melakukan perbaikan dan membantu sesamanya, adalah pengertian yang logis.. Pada akhirnya.. hasil dari ilmu yang didayagunakan untuk sesama akan lebih sejati dan abadi daripada ilmu2x yang digunakan untuk kepentingan fana lainnya..

Kembali ke keberadaan kita sebagai insan pencari ilmu.. atau mungkin sebagai professional/ wiraswasta yang bekerja diatas pengetahuan.. ("knowledge worker") Pertanyaan yang mungkin sering hinggap di relung pikir kita adalah..

"Bagaimana kita mendayagunakan ilmu kita untuk sesama? Untuk perbaikan?"


Tayangan yang ditemukan tak sengaja di sela makan malam ini, kembali membuat saya tertegun sekaligus malu.. Bagaimana seseorang yang rendah hati dan berdedikasi..
dengan ilmu "konkrit" nan bersahajanya yang mungkin tidak se"keren" ilmu kawan2x sekalian bisa membawa perbaikan untuk masyarakatnya..



Beliau memberikan ilmu2x praktisnya dalam mengolah hasil2x pertanian.. Contohnya.. Petani yang mungkin bisa menjual pisang seharga Rp.5000-, dengan pelatihan yang beliau beri.. Petani tadi dapat "menyulap" pisang menjadi keripik dengan harga Rp 50.000-. Beliau benar-benar mendayagunakan ilmunya secara konkrit sehingga masyarakat merasakan manfaatnya..
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/03/01/4835/230/Sahabat-Para-Petani

Dengan segala keterbatasannya dan kebersahajaannya beliau menjawab teknokrat2x necis yang justru menggunakan argumentasi2xnya untuk meng-acc kebijakan2x yang membunuh masyarakatnya sendiri..
misal: ACFTA, issue penjualan 3 Industri primer nasional (Krakatau steel, Garuda Indonesia dan Perkebunan Nasional) (semoga tidak benar2x terjadi.. )
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/02/23/100286/Privatisasi-BUMN-Tahun-Ini-tetap-Berjalan

Semoga kita selalu dapat menyadari bahwa, boleh kita pintar, boleh kita "survive", boleh kita menjadi kaya raya dengan keahlian kita.. Tetapi selama sekeliling kita, teman2x kita, rakyat kita kesusahan.. maka si kaya tidak akan pernah tenang dengan kemakmurannya dan mungkin justru akan terasa terpenjara karena konsekuensi logis dari kesenjangan sosial yang kian menajam..

Bagaimanapun teknokrat dan cendekia tidak bisa terlepas dari pemikiran akan sosial budaya lingkungannya.. Karena, sebagai mana semua tau, hanya dengan kesejahteraan kolektiflah si kaya akan merasa nyaman (karena dia bersumbangsih untuk masyarakat) dan si miskin merasa nyaman (karena tidak merasa dibodohi golongan diatasnya). Karena kesejahteraan kapitalis dan individualis yang mengutilisasi masyarakat demi kepentingan segelintir orang berkonsekuensi pada kesenjangan sosial akut.. dan kesenjangan sosial hanya akan melahirkan keresahan dan menghancurkan rasa keamanan.. semua orang tau itu..

Dan dalam kesenjangan itu masyarakat (bukannya) tidak bisa apa-apa.. tapi mereka begitu (atau mungkin terpaksa) sabar menahan apa yang mereka masih bisa tahan.. Walaupun bukan contoh yang "apple to apple" seyogyanya kita tidak melupakan kejadian revolusi prancis dimana rakyat yang sudah tidak tahan lagi, bukannya tidak mungkin menunjukkan tajinya.. sejarah berulang.. hanya aktor dan kemasannya saja yang tampaknya berbeda.. inti utama scenario perulangannya tetap sama..

"Eniwei", jadi ngelantur kesana sini hehehe...
Hanya berbagi pemikiran.. karena saya yakin akan fenomena beresonansinya benda2x yang berfrekuensi pribadi yang sama.. Dan saya yakin pemikiran saya juga merupakan pemikiran usang teman-teman yang sudah lama mengiang-ngiang di kepala teman2x..

Sekedar berbagi..
Selamat bekerja keras kembali.. dan Merdekalah Indonesiaku..


Wassalamualaikum Wr Wb
Meditya Wasesa
Seorang Teman..

Monday, February 22, 2010

Alarm Pagi Ini..

Ayah: hallo..
Nada: wa.. wa..
Ayah: hallo sayang.. sayang lagi apa..
Nada: wa.. wa..
Ayah: assalamualaikum sayang..
Nada: mm.. kum.. kum..
Ayah: (tersenyum..) ayo bilang Allah.. Allah..
Nada: (tertawa kecil..) wa.. wa..
Ayah: hallo sayang..
Nada: Tuut.. tuut.. telefon terputus..



Terimakasih ya sayang.. telfon sayang sangat berarti buat ayah.. Moga selalu dipeluk dan dituntun Allah ya sayang..

NetLogo, First Hand Experience

Hi All,

After desperately failed in the last Repast tutorial, I tried the new Agent Based Modelling Package called NetLogo. Although the appearance is not as fancy as repast, I remarked that many people use NetLogo for their research. I browsed down Youtube for a mini survey and found out that there are a bunch of people doing cool stuffs with NetLogo.



I managed to finish all the 3 preliminary tutorials within a day. The video above is showing you the result of my one day exploration. How do you think? Quite impressive for 1 day work isn't it?

I found this tool is simple and intuitive. Moreover easy to use for everyone who does not have programming experience. I strongly encourage everyone to try out NetLogo since the time invested for doing the introductory tutorial is not that much. Let see how far I would elaborate Netlogo in developing my research project.. I will keep you informed.. Bye..

Sunday, February 14, 2010

Ah.. Anda seorang ahli.. So What?

Assalamualaikum Wr Wb



Sebagei teknokrat/cendekia junior kadang2x kita terjebak dalam kesibukan penelitian kita demi terciptanya suatu karya yang biasanya ter"konkrit"kan dalam bentuk jurnal ilmiah.

Salah satu indikator keberhasilan ilmuwan adalah ketika ia mampu menulis karya tulis dengan "impact factor" yang besar. Parameter mudahnya adalah seberapa sering tulisan kita dikutip oleh ilmuwan lain dalam tulisan mereka..

Bagi saya pribadi hal itu relatif "vague" dan kurang kongkrit karena rantai manfaat kepada kehidupan masyarakatnya secara langsung relatif sulit dilacak..

Sebagai tantangan konkrit yang bisa kita ambil sebagai bahan perbandingan.. bandingkan apa yang sudah kita hasilkan dengan "tim" yang berhasil mengembangkan software islamic finder (http://www.islamicfinder.org/). Dengan pengembangan software tsb, tim itu setidaknya memiliki "impact factor" kongkrit dengan mempermudah seluruh umat muslim di dunia dalam menentukan arah kiblat, dan waktu shalat di seluruh dunia.



Dan saya yakin selama seluruh dunia menggunakan software tersebut, tim tersebut mendapat "share" pahala yang berkelanjutan dari umat muslim seluruh dunia.

Demikian juga dengan teknologi-teknologi yang mendahulukan "manfaat" bagi orang banyak seperti online quran reciter http://www.quranexplorer.com/Quran/Default.aspx atau katalog hadits online http://www.quranexplorer.com/Hadith/English/Index.html yang dapat dipergunakan orang seluruh penjuru dunia untuk mengkaji ilmu Tuhan.

Sebagaimana petikan hadits berikut yang sejenak mengingatkan kita akan tanggung jawab yang melekat pada kita sebagai ahli dalam bidang kita masing-masing

” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain ” (HR. Bukhari).

Jadi menurut saya walaupun Tuhan sudah menjanjikan keutamaan bagi orang2x yang memiliki ilmu yang lebih..

" Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan Orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat " (QS. Al Mujaadilah 58 : 11)



Ilmu itu memang akan menjadikannya tinggi beberapa derajat. Namun ketinggian derajatnya itu tidak otomatis membuat dia orang yang "baik". Karena orang yang baik adalah yang mampu mengkonversikan pengetahuannya menjadi secercah manfaat bagi orang banyak. Dan dalam proses konversi itu si empu ilmu pengetahuan akan mendapat pilihan remunerasi bisa dalam bentuk materiil atau bonus keridoan Tuhannya bila memang diniatkan Lillahi Ta'ala. Dan urutannya terbalik, bila Tuhan ridho maka kebutuhan hambanya akan Ia cukupi. Namun bila kebutuhan duniawi seseorang tercukupi bukan berarti ridho Tuhannya ia dapat.



Sekedar pertanyaan kepada diri pribadi yang saya bagi kepada kawan2x sesama teknokrat/cendekia junior. Okelah mungkin kita akan insyaallah menjadi seorang ahli dalam bidang kita.. insyaallah kalau Allah berkenan.. pertanyaan yang paling menampar adalah "Berapa "impact factor" kongkrit dari adanya kita dalam masyarakat?" ataukah kita akan menjadi ahli yang mampu membawa manfaat hanya pada diri kita sendiri, dan justru menggunakan ilmu untuk merusak masyarakat (dengan topeng keahlian kita) naudzubillahimindzalik.. layaknya yang tertera pada ayat berikut..

"Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”.

Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk." (QS Al Baqarah:13-16)


Selamat bekerja keras.. Semoga kita tidak hanya menjadi ahli.. namun juga menjadi orang yang mampu memberi manfaat dengan keahlian kita.. amin.

Dan sebagaimana biasa hikmah selalu lebih mudah dikatakan daripada dilaksanakan.. oleh karenanya orang2x yang mencapai keutamaan pada akhirnya hanya sedikit.. Sekedar berbagi pemikiran dari teman anda yang masih begajulan..


Wassalamualaikum Wr Wb.
Meditya Wasesa

Tuesday, February 9, 2010

RePast Symphonie 2nd Tutorial: a Failure Story

Hi All,


Its always beautiful to share your learning success stories to the world, but this time I think I should deliver the reality. In my 2nd tutorial RePast attempt, the wolf, sheep, and grass agents interaction model, I could not manage to run the simulation successfully.

In the first attempt I tried the "flowchart" method, in which the console generates automated groovy codes from the flowchart settings I arranged before.



I did also some mini debugging attempts, due to mistyping in the codes..



And when I try to run the simulation, it just won't work. I believe there are some missing information in the tutorial documentation. They should explain more.. I believe..

Then I tried the second method which is the simulation building via "coding" method...



And I got some notifications that my script is not correct. And I just typed the exact code as stated in the manual.. it is obviously weird and devastating... (at least for beginner like me.. :p)



This time the simulation counter runs, but I could not see any image..



Well, I know this kinda rubish news, but at least I share my experience with you.. I just sent an email to be listed in the repast discussion forum.. Until now I have not received any confirmation mail (4 hours already). I believe there is not so many documentation also regarding this tool. Too bad I was expecting something huge from RePast for my research.. I guess I should turn to other alternatives, (e.g. NetLogo, or just turn into basic coding for my ABMS research). If anyone of you know the solution to the bugs shown in the screenshots let me know, will you.. :) Ok, have fun and keep researching..