Saturday, October 24, 2009

Hmmh.. Andaikan tidak ada ujian.. (Perspektif Penguji)

Saat kita harus menghadapi ujian yang hasilnya sangat berarti bagi masa depan kita, acapkali kita mengalami tekanan psikis dan fisik berlebih karena harus melakukan persiapan ujian dengan serius. Terkadang kita berfikir,“.. Hmmh.. andaikan tidak ada ujian, pastinya aku bisa bersantai dan melakukan hal-hal yang lebih menyenangkan..“

Dilain pihak mungkin kita lupa untuk berfikir bahwa pihak penguji juga berfikir hal yang kurang lebih sama. Terlebih apabila si penguji/ pemeriksa ujian/ seleksi/ assessor harus memeriksa berkas yang relatif banyak. Dari “curhat“ teman2x, senior, dan supervisor, mengajar adalah salah satu hal yang paling menyenangkan dalam kehidupan akademik. Tapi ketika harus berhadapan dengan masa ujian, terlebih dengan kelas dengan jumlah mahasiswa yang relatif banyak, mengoreksi adalah hal terakhir yang ingin dilakukan akademisi (atau mungkin itu hanya terjadi pada saya yang pemalas.. hehehe:p). Dan ternyata hal yang sama juga dapat mengiang di kepala penguji,“.. hmmh.. andaikan tidak ada ujian, pastinya aku bisa bersantai dan melakukan hal-hal yang lebih menyenangkan..“

Saya hanya ingin berbagi pengalaman yang mungkin berguna bagi kita semua. Bayangkan penguji harus memeriksa 150 lembar ujian mahasiswa, apabila tiap lembar membutuhkan waktu 5 menit, sekurang-kurangnya 750 menit harus ia alokasikan untuk menyelesaikan seluruh koreksian. Dan layaknya manusia biasa, mengerjakan hal yang sama berulang-ulang adalah suatu hal yang menjemukan dan membosankan.

Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk “mencuri" kesan baik dari kejemuan si penguji?

“Don‘t judge a book by its cover“ itulah kata2x bijak yang sering kita dengar. Dalam kondisi yang super rutin, terkadang “mood” pemeriksa sangatlah bergantung pada tampilan dari laporan/ lembar ujian. Seringkali tampilan dan format yang menarik meningkatkan „mood“ dari penguji untuk memeriksa dan "mood“ untuk memberi nilai tambahan untuk lembar ujian/laporan yang “mengundang“. Persedikit coretan2x yang "memperkeruh" lembar ujian. Dalam konteks membuat laporan, luangkan waktu lebih untuk sekedar merapikan spasi, menambahkan “header-footer“ tuk memberikan kesan profesional, dll.

“KISS- Keep It Simple Stupid.. :p“ sebuah istilah yang cukup kasar tapi mungkin bisa kita selami juga hikmahnya. Dalam soal2x penjabaran argumentasi, gunakan poin-poin pokok permasalahan untuk memadu penjelasan, hindari paragraf2x panjang yang tidak merujuk pada satu pikiran utama tertentu. Hindari bercerita sesuatu yang memang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan. Ingat penguji dalam kondisi lelah, dan penjabaran cerita yang bertele-tele hanya akan membuatnya semakin jemu.

Seperti orang bilang “Sebuah gambar menjelaskan lebih dari ribuan kata”, penggunaan gambar, diagram alir, atau skema2x yang menjelaskan pokok permasalahan dengan lebih deskriptif dapat menyederhanakan kerja penguji. Seringkali manusia lebih tertarik untuk memahami masalah dalam bentuk diagram daripada memahami paragraf panjang.

Hmmh.. Hal ini juga bisa dipakai dalam konteks yang lebih luas.. Sebagai contoh, bertemu dengan supervisor yang jadwalnya super ketat dan memiliki sedikit waktu untuk memeriksa laporan juniornya:p Contoh lain, bertemu pewawancara yang harus mewawancarai banyak orang, atau konteks2x lain dimana anda adalah satu dari seribu orang yang diuji. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah memberikan kesan yang terbaik dalam selang waktu yang super sedikit untuk mendapat nilai dan kesan terbaik (seperti biasa lebih mudah diucapkan daripada dilakukan hehehe:p). Walaupun pada akhirnya, dan seharusnya, nilai ujian akan bergantung pada tingkat penguasaan materi ujian, hal yang tidak bisa kita lupa adalah selama penguji manusia, maka "kesan" yang ditinggalkan pada lembar ujian/laporan adalah juga hal yang sangat menentukan "mood" penguji.

Dan jangan lupa kapanpun kita berhadapan dengan ujian.. dalam waktu tak lama setelah ujian usai, si penguji juga mungkin akan berguman hal yang sama dengan anda ,“.. hmmh.. andaikan tidak ada ujian, pastinya aku bisa bersantai dan melakukan hal-hal yang lebih menyenangkan..“.



Salam
Meditya Wasesa


nb. tulisan ini murni ditulis berdasarkan perspektif subjektif pribadi.

Wednesday, October 7, 2009

YouTube EDU – Belajar Online Dari Universitas2x Terkemuka Dunia – Bagaimana dengan Indonesia?

Ini sebenarnya adalah blog kedua saya yang membahas tentang cara belajar via internet. Sebelumnya saya juga pernah membahas berkaitan dengan belajar via internet (lihat blog saya berjudul „Cara Lain Kuliah di MIT“. Tapi lagi2x prinsip saya dalam menulis blog, bisa jadi informasi yang sudah sangat usang bagi segelintir orang, adalah harta karun bagi sebagian orang yang lain. Tidak pernah ada kata usang bagi informasi berguna :).

Saya hanya ingin mempromosikan gratis sebuah chanel video yang dibuka oleh YouTube bertajuk YouTube EDU. (http://www.youtube.com/education?b=1)

Berbagai universitas di seluruh dunia sudah mulai giat memasang video2x penddikannya via internet.. Saya perkirakan (saya tidak hitung satu2x) mungkin sekitar 150 universitas dunia sudah memasang videonya via net. Untuk index lengkap universitas-universitas yang sudah mulai berpartisipasi dapat dilihat melalui alamat berikut
http://www.youtube.com/channels?s=ytedu_directory

Sebagaimana saya telah singgung sebelumnya universitas2x top dunia telah berbagi materi pengalaman perkuliahan dan kegiatan kampusnya melalui video online. Kontributor-kontributor besar diantaranya adalah MIT-Massachusetts Institute of Technology ( http://www.youtube.com/user/MIT#play/all ) dengan 1118 video, UCLA (http://www.youtube.com/user/UCLA ) dengan 714 video, Stanford University (http://www.youtube.com/user/StanfordUniversity) dengan 732 video, dan yang sangat mencengangkan adalah produktifitas dari para akademisi di India, yaitu NPTEL kerjasama antara Indian Institutes of Technology dan Indian Institutes of Sciences (http://www.youtube.com/user/nptelhrd) dengan 4216 video. Bagi kawan2x yang bergulat dengan bidang ilmu komputer (computer science), tentunya situs http://videolectures.net/ sudah tidak asing lagi.

Saya rasa investasi yang dibutuhkan untuk merekam video tidak begitu besar, dan manfaatnya jauh lebih besar apabila universitas2x top indonesia (misalnya ITB, UI, ITS, UGM, dll) dapat meng“upload“ video2x materi perkuliahannya dalam satu portal web terpadu, sehingga bukan hanya mahasiswa internal kampus yang dapat menikmati kuliah2x dari dosen2x terbaik bangsa tetapi juga teman2x kita yang mungkin sedang jenuh di warung internet bisa juga ikut merasakan kuliah di kampus2x terbaik bangsa dengan gratis. Dengan terciptanya portal web ini insyaallah kompetisi akan semakin intensif, dan setiap orang bisa mendapat akses ilmu pada dosen terbaik dimanapun ia berada, selama sambungan internetnya mendukung. Dengan portal ini semua orang terlepas dari kemampuan ekonomi, keterbatasan akses spasial dan ongkosnya dapat belajar apapun, dan pada akhirnya orang2x yang paling gigihlah yang akan menuai ilmu yang lebih banyak dan insyaallah lebih bermanfaat buat masyarakat kelak.

„Well“, semoga akses internet dalem negeri semakin terandalkan dan semakin murah, semoga pendidikan adalah hal yang ditentukan oleh kegigihan orang untuk belajar (dan lebih kurang pada ada tidaknya dana), karena hanya dengan kompetisi yang adil („fair“) akan didapatkan juara2x sejati yang akan menjadi agen perubah masa yang sejati pula.. hehehe... Merdekalah Indonesiaku!!!


Salam
Meditya Wasesa

Saturday, August 22, 2009

Kepercayaan, Sains, dan Teknologi…

Semakin saya terlibat dalam kegiatan penelitian, proses dimana kreasi/ penemuan prostulat-prostulat keilmuan dilakukan, semakin saya mempercayai akan kekuatan yang lebih digdaya dari sains dan teknologi itu sendiri.

Dan itu adalah kepercayaan (“belief”)..

Dalam pengalaman saya (yang saya sadar masih sangat minim), perumusan teori atau formulasi solusi dari suatu permasalahan biasanya dimulai dari proses konsepsi..
Konsepsi biasanya diawali dengan pemodelan dari kepercayaan dan asumsi-asumsi yang dipercayai oleh sang peneliti..
Apabila proses perancangan konseptual yang dilakukan telah diselesaikan dengan matang, biasanya dilakukan verifikasi dan validasi dari rancangan konsep terhadap kondisi riil.
Proses verifikasi dan validasi inipun sifatnya bersikap situasional, semua kondisi2x tes telah diatur cermat dengan sedemikian rupa.
Sangat mungkin rancangan konsep yang disiapkan bekerja dengan baik di kondisi tes yang telah disiapkan, tapi tidak ada satupun yang dapat menjamin bahwa rancangan yang telah difikirkan akan bekerja pada situasi dan kondisi yang lebih umum.
Dan bukan hal yang aneh suatu rancangan yang telah berkali2x lulus tes laboratorium mengalami gagal jalan ketika diaplikasikan pada situasi dan kondisi operasi yang persis sama dengan situasi tes.

Mungkin saya terlalu romantik dan terkesan mengambil jalan singkat..
Bagi saya itu semua berujung pada proses formulasi masalah itu sendiri..
Yang dibangun pada “belief”.. dan yang menentukan apakah “belief” yang digoreskan peneliti untuk memformulasikan masalah pada awal konseptualisasi adalah “belief” diatas “belief”…

Dan saya percaya itu adalah ujung dari segala ujung, “belief” dari segala “belief”…

Memang selalu ada cara untuk merasionalisasi penyebab masalah sistem yang tidak berjalan sesuai dengan rancangan awalnya..
Dan itu biasanya diimplementasikan pada, usaha2x penyelidikan dari faktor2x penyebab tidak berjalannya sistem yang dirancang tsb..
Tapi bagaimanapun.. usaha penyelidikan itu tidak instan, dan bisa jadi ketika faktor penyebab telah ditemukan, kondisi dilapangan yang begitu dinamik membuat penemuan hasil penyelidikan tidak lagi valid..
Dalam kondisi dimana kecepatan penyelidikan lebih kecil dari pada dinamika perubahan lingkungan, proses penelitian hanyalah suatu hal yang sia-sia..

Sekarang pertanyaannya adalah siapa yang dapat menjamin kebenaran dari suatu "belief"..
Siapa yang dapat menjamin formulasi teori yang sudah dilakukan dapat diaplikasikan dengan baik..
Siapa yang dapat menjamin keberhasilan suatu teori yang diformulasikan oleh manusia yang jelas-jelas terbatas daya abstraksi dan imajinasinya..
Dimanakah kita bisa temukan “belief” yang tidak diragukan lagi kebenarannya…

Dan adakah hak kaum cendekia untuk berbesar kepala akan teori2x yang dibangun dari “belief”2x tervalidasi atas kemurahan Sang "belief" yang maha benar…

"Eniwei" Saya hanya berbagi pemikiran dan pencarian naïf saya kepada saudara2x yang sama-sama mencari..


Salam,
Meditya Wasesa

Wednesday, August 5, 2009

Tons of MATLAB free E-Books

Well it's kinda weird to mimic other's blog.. at least for me..
Anyway.. it seems that this info might be useful for you..

Grab tons of MATLAB E-books here.
http://duniaengineering.wordpress.com/2009/03/21/collection-of-matlab-books/

Have fun :)

Tuesday, August 4, 2009

Matlab Starter for Dummies like Me..

A good link to start learning MATLAB..

http://www.mathworks.com/products/matlab/demos.html?show=demo

Video tutorial works best, better than the written one, though we might lose some details..
Anyway have fun :)

Saturday, May 2, 2009

Ulama Koboi.. "Do you have any problem with that?"

Assalamualaikum Wr Wb.


Ide blog kali ini dimulai dari chat sekitar seminggu lalu.

MW : Beh, cariin dong dari koleksi video lu, penceramah yang asek, berbobot, plus netral… Jangan UUP (Ujung Ujungnya Partai…) ya beh.. kekekek..
Babeh : Coba cari di google video namanya Yusuf Estes.. Diliat baek baek ya.. nak metiiiiiiiit…
MW : Kekekek… Berangkaaaaat (Yahoo Audibles)


Hmmh..
Yusuf Estes adalah seorang pengusaha dari Texas, Amerika Serikat yang dulu aktif melakukan kegiatan usahanya berbasis pada aktivitas gereja.
Setelah lebih dari 50 tahun menjadi penganut protestan yang taat, setelah mendapat kunjungan dari konco mesirnya selama tiga bulan, ia dan keluarganya menganut agama islam pada akhirnya.


Selama kunjungan konco mesirnya, Yusuf Estes melalui pertanyaan2x “tengil”nya berusaha meyakinkan konco mesirnya tsb akan teologi Kristen. Tapi pada akhirnya Yusuf Estes menjawab semua pertanyaan2x “tengil”nya dalam Islam. Pertanyaan2x mengenai trinitas, berbagai versi injil, dan gaya penjelasan Yusuf yang asik bisa diliat di video berdurasi 45 menit ini:

http://video.google.nl/videoplay?docid=6535032076964775416&ei=AaT8SYfUDpmh-Abj5oSTCQ&q=yusuf+etes&hl=en


Yang gw suka adalah pendekatan gaya Ibrahim yang Yusuf lakukan.. Karena gw yakin pertanyaan2x kritis dan pemikiran2x pencarian akan ketuhanan harus dilakukan oleh semua orang yang mendapat panggilan untuk mencari kebenaran. Dan pendekatan melalui kesadaran adalah pendekatan yang paling efektif dalam menginternalisasi suatu konsep. Dan gw yakin internalisasi konsep melalui kesadaran efektifitasnya akan jauh lebih tinggi dari pendekatan dogmatis, ato pendekatan ala ABS (jangan kebanyakan protes, asal babeh senang.. semua beres.. kekekek..).


Oiya satu lagi, well gw rasa ulama2x bergaya slebor (tapi ngga ngaco secara konseptual) ngga bisa dianggep remeh kehadirannya. Contoh si Yusuf ini, melalui dia Allah memberikan pencerahan bagi banyak penduduk US utk convert ke islam. Terus juga kasus Wali Songo (terlepas dari pro dan kontranya), kasus Anton Medan, kasus sahabat Nabi Muhammad SAW yang mantan preman menunjukkan bahwa islam bukan agama yang eksklusif. Dan bisa jadi ulama2x koboi ini yang lebih lihai berbahasa dengan bahasa yang dimengerti orang kebanyakan, lebih dapat meneruskan hikmah kepada masyarakatnya dibanding ulama non koboi.


Hfiuh.. oiya gw inget satu sobat gw ngomong berbagi cerita.. (sori bang gw bagi ceritanya biar yang laen bisa ikut berkekekekek…)
I berkata,“Bah, gw inget banget pas gw lagi penghitungan suara, gw jadi wakil parpol X, terus parpol Y menang.. mereka langsung teriak ALLAHUAKBAR..!!! Bujug emang kalo kita dukung parpol selain Y kita jadi setan ya.. kekekeek”.


Eniwei… stop eksklusifisme dalam agama.. Orang mo kulitnya ape.. rambut gondrong, gimbal ato kelimis.. jenggotan apa kagak.. di jidatnya ada cap itemnya apa kagak.. golongan hitam ato golongan putih.. keekekek.. podo wae dull..!! Jangan ngotak2x dah..


Cuma Tuhan yang berhak nilai kualitas seseorang.. Manusia tidak berhak tuk menghakimi dalam prejudisme.. Hanya melihat dari kemasannya.. Dan sebaik-baik kasus, adalah sebaik-sebaik akhir.. yang sekarang preman slebor bisa jadi khusnul khotimah.. yang sekarang alim belum tentu akhirnya baek.. In God we Trust.. AMIN..


Don’t Worry be Crazy, jangan pernah berhenti mencari… :p



Nice Weekend,
MW


Ps: oi itu video lu tonton ye.. terutama buat konco2x yang merasa ajrut2xan agamanye kaya gw.. Itu si ucup orangnya lumayan asik..

Monday, April 20, 2009

Apakah Bersikap Kritis dan Mencari Pembuktian Hakiki dari Fenomena2x Status Quo itu Salah?

Assalamualaikum Wr. Wb.



Terkadang saya, mungkin anda juga, pernah bertanya kenapa kita harus tunduk pada sistem tertentu? Kenapa semua orang harus tunduk pada sistem yang tidak bisa dibuktikan manfaat kongkritnya? Kenapa terkadang kita memilih diam ketika melihat sistem yang berjalan disekitar hidup kita berjalan salah, demi secercah kedamaian? Apakah berfikiran anti status-quo adalah salah? Haruskah orang menjadi yes-man dan mengorbankan kebenaran atas nama kedamaian dalam kesalahan?


Berikut petikan ayat dari kitab suci yang saya percayai, Al-Quran. Nabi Ibrahim adalah seorang nabi yang tajam logika berfikirnya dan dia adalah orang yang selalu haus akan pembuktian atas fenomena2x sosial yang ia percayai salah. Tidak seekstrim orang pada umumnya, ia bahkan menentang bapaknya, menentang seluruh kaumnya, dan karenanya dibakar hidup2x untuk sesuatu yang ia yakini kebenarannya. Ia adalah orang anti status quo, dan mempercayai logika kebenaran yang berketuhanan. Kelak ia menjadi bapak dari nabi2x besar agama kami.


QS 26 (Asy-Syuara)

69. Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.

70. Ketika dia (Ibrahim) berkata pada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah?”

71. Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.”

72. Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?”

73. “atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?”

74. Mereka menjawab, ”Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.”

75. Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah?”

76. “Kamu dan nenek moyang kamu terdahulu?”

77. “Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya dengan Tuhan seluruh alam.”


Pertanyaannya kemudian adalah, apakah salah untuk meyakini suatu kebenaran yang benar benar benar? Atau haruskah kita menjadi orang yang terbawa arus pemikiran paradigma2x sosial yang disusun oleh orang2x yang tidak jelas dasar pemikirannya?


Itu pilihan pribadi saya, pilihan pribadi anda, yang tidak bisa dipaksakan, hanya akan bisa dipilih berdasarkan kesadaran pribadi. Wallahu alam bishawab.



Wassalamualaikum Wr Wb.
MW

Friday, April 10, 2009

Body, Mind, and Soul. A Step Closer to Human Extinction.

The Body, the mind, and the soul are three main building blocks of complete mankind.
The absence of a single building factor will strip human’s unity.
People have to struggle to defeat themselves in order to reach complete unity.
That’s something that everyone knows.

But in the other side, there is something that challenges our existence as human.
And it is technology.
Well, technology is definitely a two headed sword.
One can use for improvement one can use for destruction.
But even for the sake of improvement, if not utilized wisely, technology can be a problematic tool for humans as a whole.

Let’s go back to the body, mind, and soul topic. (I have a reason why I put them in this arrangement)

1. The Body
James Watt's invention of steam machine started the industrial revolution.
This event has stripped the human existence as “body” workers for the sake of industrial efficiency.

2. The Mind
The field of Artificial Intelligence has enabled people to program machines that can think, even smarter than humans.
Slowly but sure, this technology can be a great challenge to human “mind”.
As those robots think better than human, why people would hire human if they can operate "thinking" robots at a lower cost?
I know some might think that this anxiety is way too far, but everyone knows that technology makes everything possible. It is just a matter of time.

3. The Soul
I believe this is the real asset of the mankind.
Even though there will be a time at which we can create a technology that can clone soul.
I believe it will take sometimes.
Humans that have soul and master technology more likely will try to do something to prevent this.

If even the “soul” part can be replicated by artificial entities, then humans have a big problem. They have nothing left. The “body” ability has been replaced by the machines, the “mind” ability just about to be stripped by thinking machines, and hopefully the “soul” technology won’t emerge.

I tell my thought to a friend and he said, “You know, I wouldn't care. By the time your “soul” technology exists, there is a big possibility that I am already dead. But those who have kids should be worried LOL”.

Hmmh... interesting... Well let see...



Anyway have a nice long weekend guys,
MW

Friday, March 13, 2009

Sixth Sense Gadget

Hi,



One time I had lunch discussion with my coach. The topic was e-learning. I told him that I'm a big fans of http://videolectures.net Since I am a beginner in this computer science (CS) world I find that the website is very useful in introducing a lot of CS skill set.

Enough bout that part, now its the fun part..
He replied that he also like to watch video via internet too. He referred me to the site www.ted.com. Well there is one special talk by Pattie Maes (approx. 9 minutes) available in that site

http://www.ted.com/talks/pattie_maes_demos_the_sixth_sense.html

more description about the project is also available in you tube

http://www.youtube.com/watch?v=ZfV4R4x2SK0&eurl=http://www.pranavmistry.com/projects/sixthsense/index.htm

You should see it guys.. The video shows amazing development of 6th sense gadget. I just cannot speak anymore, the video will tell you everything. It really shows you how the future technology will be.


Pattie Maes is a professor in MIT media lab. Her research group website http://ambient.media.mit.edu/index.html shows how cool, how creative, and how rock n roll (sorry I always abuse this term since it's my favorite) her research group is.


Well, though my research topic is more business oriented, watching creative guys always bring me an inspiration to think more crazy, more independent yet more creative. Hail the creativity :)



Nice Weekend!!!
MW

ps. thanks Wolf for the chat!!!

Monday, February 9, 2009

Cara Lain Ikut Kuliah di MIT

Hmmm..


Jelasnya berita ini sudah sangat usang terutama buat teman2x yang sudah terbiasa memakai internet sebagai bahan tambahan untuk mempelajari suatu materi tertentu. Sehingga saya ragu harus menulis hal ini lagi atau tidak. Tapi terkadang suatu informasi yang sangat lumrah buat seseorang bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga buat orang lain.


Terkadang, kita harus berhadapan dengan suatu masalah dimana materi yang dijelaskan dikelas oleh pengajar terasa sulit untuk diresapi, entah itu kekurangan dari pihak pengajar, dari yang diajar, atau faktor lainnya.


Teradang slide kuliah, atau cara pengajaran kurang pas dengan selera kita. Sekarang dengan internet kita bisa mengakses materi2x kuliah yang dipakai di universitas2x yang notabene terkenal. Sumber online yang sudah cukup terkenal saya kenal sekitar setahun lalu dari seorang konco. Dia menunjukkan kepada saya sebuah situs web dimana kita bisa men-download materi2x kuliah dari universitas yang ternama, MIT (Massachusetts Institute of Technology),

MIT Open Course Ware

http://ocw.mit.edu/OcwWeb/web/home/home/index.htm

Materi yang di tayangkan disitu cukup beragam. Slide kuliah, terkadang file pekerjaan rumah tersedia disana. Seseorang bisa memakai materi ini sebagai alternatif untuk belajar tambahan, atau bahkan materi utama bila perkuliahan yang ia didatangi dianggap kurang mengena. Bagi para pengajar, materi kuliah yang terdapat disana bisa dipakai sebagai bahan perbandingan dan penyempurnaan materi perkuliahannya sendiri.


Menarik..

Tapi masalahnya, saya pribadi kurang suka baca dan lebih memilih belajar langsung dari sumbernya. Hebatnya, saat ini kita bisa mendatangi kuliah2x di universitas2x beken dengan melihat video2x yang tersedia di situs youtube. Ambil contoh MIT, Stanford, atau Berkeley yang menyediakan video2x kuliah via internet dengan cuma-cuma.

MIT

http://www.youtube.com/user/mit?blend=1

Stanford

http://www.youtube.com/user/stanforduniversity?blend=1

Berkeley

http://www.youtube.com/user/ucberkeley

Meskipun materi perkuliahan yang tersedia belum begitu banyak tapi saya yakin dalam jangka waktu yang tidak lama kita bisa belajar apa saja dari internet. Dan bisa saja (bisa ya, bisa tidak), pengajar-pengajar universitas harus semakin kompetitif agar tidak ditinggal penggemar-penggemarnya, yang mungkin lebih memilih datang kuliah via youtube daripada hadir di kelas dengan atmosfer yang kurang menarik. Kecuali, sang pengajar menyaratkan kehadiran di kelas sebagai sarat kelulusan.. (semoga yang menyaratkan kehadiran sebagai point kelulusan mahasiswa, cara mengajarnya cukup baik, agar waktu mahasiswa juga tidak terbuang percuma, hehehe.. (bercanda)).


Yang menarik dari fenomena kuliah online ini adalah perkembangan dan tekad yang ditunjukkan negara yang terkenal melalui film bollywoodnya, INDIA. Selain film2x bollywood, mereka juga cukup progresif berunjuk gigi dalam sektor pendidikan online ini, kita bisa lihat situs berikut sebagai bukti keseriusan mereka menggarap reputasi dalam bidang pendidikan global melalui situs berikut,

http://www.youtube.com/user/nptelhrd


Ya walaupun mungkin ada beberapa konco yang langsung kurang sreg dengan India. Bagaimanapun mereka sangat progresif di bidang pendidikan dan reputasi mereka di dunia profesional global juga semakin dikenal. Sebutlah penerima nobel ekonomi dari India pada tahun 1998, Amartya Sen

http://nobelprize.org/nobel_prizes/economics/laureates/1998/sen-autobio.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Amartya_Sen


Bukan hanya Amartya, mereka punya 8 peraih nobel

http://en.wikipedia.org/wiki/Nobel_laureates_of_India

Well.. at least India has nobel laurates guys. Mereka punya bukti, sementara kita (atau mungkin hanya saya pribadi), seperti biasa, punya cibiran-cibiran, ejekan-ejekan, dan wacana-wacana kosong.


Udah aje dulu kali ye nulisnya.. besok musti gawe lagi kekekek... moga2x internet di Indonesia semakin terandalkan biar orang2x kite bisa pade ngikut blajar onlen.. dalam hal2x postif tentunya.. amiiiieen.. kekekek..



Ketuhanan, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dibalut dalam kejujuran, sportifitas, dan etika adalah kunci penting perbaikan.