Sunday, May 23, 2010

Kisah Laskar Pelangi Rotterdam



Tersebutlah kisah sembilan putra dan seorang putri Belitong yang gigih untuk menuntut ilmu di sekolah reyot yang hampir ditutup karena kekurangan murid itu. Salah satu tokoh dalam film itu berhasil melanjutkan kuliah ke Universitas Paris Sorbonne hanya bermodalkan kesederhanaan, keprihatinan, keteguhan, dan perkenan Tuhan tentunya. Laskar Pelangi, salah satu film terbaik Indonesia yang juga telah memenangkan gelar film terbaik di "Asia Pacific Film Festival 2009", telah menjiwai perjuangan dan mimpi berjuta rakyat Indonesia ini juga menginspirasi “tim“ atau lebih pasnya “keluarga“ kita ini. Selayaknya tokoh-tokoh film di laskar pelangi, kita pun percaya bahwa semangat, antusiasme dalam mengerjakan segala sesuatu, ketulusan, dan izin Tuhan adalah amunisi yang terpenting yang dapat mengatasi segala keterbatasan. Sepuluh mahasiswa dan peneliti yang mewakili keluarga besar di Rotterdam Alhamdulillah telah berpartisipasi dalam pertandingan futsal di Groens Cup 2010.


Diawali oleh antusiasme dua adik kesayangan dan kebanggaan kita, Adi dan Iqbal yang dengan antusiasme dan semangatnya, menggugah antusiasme kakak-kakaknya yang sudah mulai “letoy“ untuk turut menceburkan diri dalam “kesenangan“ indah ini. Adi dan Iqbal dengan brilliant, menginisiasi semangat tim dan membeli kaos tim hitam murah meriah dan selotip untuk membangun kaos kebangsaan “Laskar Pelangi Rotterdam”. Gayung pun bersambut, Kang Dudi (dengan support the beloved family Teh Nia dan Diaz tentunya) dengan sigap mengamankan logistik laskar pelangi, sehingga alhamdulillah kita selalu makan dengan rantang menu yang “yummy yummy“. Tak kalah pentingnya, Mas Andi sang manajer, yang dengan sigap menenangkan hati tim dalam berbagai macam urusan, termasuk mengorganisir penginapan kita melalui sobatnya Mas Maradona dan Mas Faisal (Terimakasih kita sampaikan sebesar-besarnya pada Mas Maradona (Groningen), Mas Faisal (Utrecht) beserta istri atas supportnya pada tim kami). Last but not Least, salah satu kebanggaan keluarga Rotterdam, bersama dengan “The Bright Side of Indonesian Youngsters”, adik perempuan kita Yelvi yang selalu setia menemani perjalanan tim. Dan tentunya anggota-anggota tim dan keluarga besar Rotterdam di Rotterdam yang turut menyertai semangat kita yang tidak mungkin dirinci sumbangsihnya dalam tulisan singkat ini.


Manusia hanya mengikuti scenario yang disiapkan Tuhan, dan tugas manusia hanya memastikan ia telah bekerja maksimal. Orang bilang, “Do the best and let God takes care of the rest”. Secara mengagetkan, melalui jalan yang menggelikan, kita berhasil masuk ke perempat final di turnamen futsal Groens Cup. Walaupun pada akhirnya kalah 3-1 oleh tim "the young guns" dari Kedutaan RI. Alasan ngelesnya, " yah maklumlah kita tim kan terdiri dari berbagai umur, dari bapak dua anak, sampai anak-anak yang ingin punya anak hehehe piss :p). Bagaimanapun, kita berhasil menjadi pemenang dari diri kita sendiri. Karena bagi kita memang intinya bukan menang kalah, tapi memetik detik demi detik “unforgettable moment” dari hidup ini. Dengan komposisi pemain yang terdiri dari pembauran bapak-bapak handal nan dewasa: (Mas Rahmawan: 2 anak, Bang Ferri: 1 anak, Kang Dudi: 1 anak), generasi yang ngga tua ngga muda yang cakep banget (Mas Dedi, Fahed, Andi, dan Medit (narsiiiiis:p), hingga pemuda penuh energi (Adi dan Iqbal), dan Yelvi kita berterimakasih pada Tuhan atas detik-detik indah kenangan hidup yang telah terukir dalam hidup singkat ini.


Setelah capai bermain bola kitapun makan bersama layaknya satu keluarga penuh saudara di taman sebelah stadion ACLO. Langit begitu cerah ceria, dan kisah hidup ini dipenuhi orang-orang yang membuat kita bersyukur telah diciptakan Tuhan. Tim keluarga laskar pelangi berhasil memenuhi target utamanya, bersenang-senang dalam antusiasme bertulang belakang ikatan persaudaraan yang dirancang Tuhan. Hajar Bleh!!! Begitu yell-yell kita menggema dan menghentakkan (atau membuat bingung, ini udah kalah kok masih ngotot aja ya hehehe..:p) semua penonton yang sempat melihat aksi kita.


Well, senin besok kita pengajian lagi oi.., Alhamdulillah, dengan kemurahan Tuhan, dan dukungan semua keluarga besar PPMR, ngga kerasa kita bakal jalan pengajian rutin kelima dalam tahun ini. Dan kita bakal ketemu dengan semua keluarga besar kita di Rotterdam. Bercanda tawa, berbagi cerita dengan saudara-saudara yang akan kita ingat dan akan mengingat kita dalam hidup kita masing-masing, insyaallah.


Satu doa kita selalu, “Semoga pertemanan, persahabatan, dan persaudaraan yang dirintis, selalu murni dilandasi oleh mencari ridho Tuhan, sehingga Tuhan pun selalu berantusias memberikan kemurahan dan “bonus-bonus”nya bagi hamba-hambanya yang selalu berantusias akan-Nya. Semoga kita selalu disayang Tuhan, berantusias akan Tuhan, dan persaudaraan yang terjalin juga diridhoi akan Tuhan. Karena sungguhpun, hidup ini sangat singkat, dan salah satu hal terbesar yang mengingatkan kita untuk selalu bersyukur adalah teman-teman yang membuat kita semakin bersyukur. Ya Maharaja, kita mohon ridhomu akan persaudaraan yang kami jalin.. Sayangi kami.. Dan Ampuni kami akan kesalahan yang kita sengaja maupun tak sengaja, Amin. "Laskar Pelangi: Kejujuran, Kesetiaan, dan Kehormatan", semoga Sang Maharaja ridho akan persaudaraan yang kami bina. Amin ya Robal Alamin.

Tulisan ini juga dapat dibaca di blog PPMR ini.

No comments:

Post a Comment