Saturday, October 9, 2010

Digdaya Berakhir Nyawa

Digdaya
Terbang menjulang..
Terpapa
Terpuruk terhempas..

Melangit
Dia dipuja..
Terpuruk
Tiada berharga..

Duhai jiwa yang fana..
Berlari kejar, entah mengapa..
Duhai Keabadian penggenggam semesta..
Tersenyum Engkau dalam sunyinya..


Melangit
Dia Dipuja..
Terpuruk..
Tiada berharga..
Itulah pertanda fana..
Yang dibela ditetes darah ksatria pelacur entah mengapa..

Duhai Keabadian penggenggam semesta..
Duhai yang dilupa kala jiwa membersit keudara..
Duhai yang dipinta kala oportunisme kami terkulai tanpa daya..
Tersenyum Engkau dalam sunyinya..
Melihat kami mempermainkan diri demi pati..
pati penuntun mati tak berarti..

1 comment:

  1. wahhh... bang medith makin terasah bakat puitisnya... ngga dikembangin jadi lirik bang? hehehe.. :p

    ReplyDelete