Wednesday, October 7, 2009
YouTube EDU – Belajar Online Dari Universitas2x Terkemuka Dunia – Bagaimana dengan Indonesia?
Saya hanya ingin mempromosikan gratis sebuah chanel video yang dibuka oleh YouTube bertajuk YouTube EDU. (http://www.youtube.com/education?b=1)
Berbagai universitas di seluruh dunia sudah mulai giat memasang video2x penddikannya via internet.. Saya perkirakan (saya tidak hitung satu2x) mungkin sekitar 150 universitas dunia sudah memasang videonya via net. Untuk index lengkap universitas-universitas yang sudah mulai berpartisipasi dapat dilihat melalui alamat berikut
http://www.youtube.com/channels?s=ytedu_directory
Sebagaimana saya telah singgung sebelumnya universitas2x top dunia telah berbagi materi pengalaman perkuliahan dan kegiatan kampusnya melalui video online. Kontributor-kontributor besar diantaranya adalah MIT-Massachusetts Institute of Technology ( http://www.youtube.com/user/MIT#play/all ) dengan 1118 video, UCLA (http://www.youtube.com/user/UCLA ) dengan 714 video, Stanford University (http://www.youtube.com/user/StanfordUniversity) dengan 732 video, dan yang sangat mencengangkan adalah produktifitas dari para akademisi di India, yaitu NPTEL kerjasama antara Indian Institutes of Technology dan Indian Institutes of Sciences (http://www.youtube.com/user/nptelhrd) dengan 4216 video. Bagi kawan2x yang bergulat dengan bidang ilmu komputer (computer science), tentunya situs http://videolectures.net/ sudah tidak asing lagi.
Saya rasa investasi yang dibutuhkan untuk merekam video tidak begitu besar, dan manfaatnya jauh lebih besar apabila universitas2x top indonesia (misalnya ITB, UI, ITS, UGM, dll) dapat meng“upload“ video2x materi perkuliahannya dalam satu portal web terpadu, sehingga bukan hanya mahasiswa internal kampus yang dapat menikmati kuliah2x dari dosen2x terbaik bangsa tetapi juga teman2x kita yang mungkin sedang jenuh di warung internet bisa juga ikut merasakan kuliah di kampus2x terbaik bangsa dengan gratis. Dengan terciptanya portal web ini insyaallah kompetisi akan semakin intensif, dan setiap orang bisa mendapat akses ilmu pada dosen terbaik dimanapun ia berada, selama sambungan internetnya mendukung. Dengan portal ini semua orang terlepas dari kemampuan ekonomi, keterbatasan akses spasial dan ongkosnya dapat belajar apapun, dan pada akhirnya orang2x yang paling gigihlah yang akan menuai ilmu yang lebih banyak dan insyaallah lebih bermanfaat buat masyarakat kelak.
„Well“, semoga akses internet dalem negeri semakin terandalkan dan semakin murah, semoga pendidikan adalah hal yang ditentukan oleh kegigihan orang untuk belajar (dan lebih kurang pada ada tidaknya dana), karena hanya dengan kompetisi yang adil („fair“) akan didapatkan juara2x sejati yang akan menjadi agen perubah masa yang sejati pula.. hehehe... Merdekalah Indonesiaku!!!
Salam
Meditya Wasesa
Monday, February 9, 2009
Cara Lain Ikut Kuliah di MIT
Jelasnya berita ini sudah sangat usang terutama buat teman2x yang sudah terbiasa memakai internet sebagai bahan tambahan untuk mempelajari suatu materi tertentu. Sehingga saya ragu harus menulis hal ini lagi atau tidak. Tapi terkadang suatu informasi yang sangat lumrah buat seseorang bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga buat orang lain.
Terkadang, kita harus berhadapan dengan suatu masalah dimana materi yang dijelaskan dikelas oleh pengajar terasa sulit untuk diresapi, entah itu kekurangan dari pihak pengajar, dari yang diajar, atau faktor lainnya.
Teradang slide kuliah, atau cara pengajaran kurang pas dengan selera kita. Sekarang dengan internet kita bisa mengakses materi2x kuliah yang dipakai di universitas2x yang notabene terkenal. Sumber online yang sudah cukup terkenal saya kenal sekitar setahun lalu dari seorang konco. Dia menunjukkan kepada saya sebuah situs web dimana kita bisa men-download materi2x kuliah dari universitas yang ternama, MIT (Massachusetts Institute of Technology),
MIT Open Course Ware
http://ocw.mit.edu/OcwWeb/web/home/home/index.htm
Materi yang di tayangkan disitu cukup beragam. Slide kuliah, terkadang file pekerjaan rumah tersedia disana. Seseorang bisa memakai materi ini sebagai alternatif untuk belajar tambahan, atau bahkan materi utama bila perkuliahan yang ia didatangi dianggap kurang mengena. Bagi para pengajar, materi kuliah yang terdapat disana bisa dipakai sebagai bahan perbandingan dan penyempurnaan materi perkuliahannya sendiri.
Menarik..
Tapi masalahnya, saya pribadi kurang suka baca dan lebih memilih belajar langsung dari sumbernya. Hebatnya, saat ini kita bisa mendatangi kuliah2x di universitas2x beken dengan melihat video2x yang tersedia di situs youtube. Ambil contoh MIT, Stanford, atau
MIT
http://www.youtube.com/user/mit?blend=1
Stanford
http://www.youtube.com/user/stanforduniversity?blend=1
http://www.youtube.com/user/ucberkeley
Meskipun materi perkuliahan yang tersedia belum begitu banyak tapi saya yakin dalam jangka waktu yang tidak lama kita bisa belajar apa saja dari internet. Dan bisa saja (bisa ya, bisa tidak), pengajar-pengajar universitas harus semakin kompetitif agar tidak ditinggal penggemar-penggemarnya, yang mungkin lebih memilih datang kuliah via youtube daripada hadir di kelas dengan atmosfer yang kurang menarik. Kecuali, sang pengajar menyaratkan kehadiran di kelas sebagai sarat kelulusan.. (semoga yang menyaratkan kehadiran sebagai point kelulusan mahasiswa, cara mengajarnya cukup baik, agar waktu mahasiswa juga tidak terbuang percuma, hehehe.. (bercanda)).
Yang menarik dari fenomena kuliah online ini adalah perkembangan dan tekad yang ditunjukkan negara yang terkenal melalui film bollywoodnya,
http://www.youtube.com/user/nptelhrd
Ya walaupun mungkin ada beberapa konco yang langsung kurang sreg dengan India. Bagaimanapun mereka sangat progresif di bidang pendidikan dan reputasi mereka di dunia profesional global juga semakin dikenal. Sebutlah penerima nobel ekonomi dari India pada tahun 1998, Amartya Sen
http://nobelprize.org/nobel_prizes/economics/laureates/1998/sen-autobio.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Amartya_Sen
Bukan hanya Amartya, mereka punya 8 peraih nobel
http://en.wikipedia.org/wiki/Nobel_laureates_of_India
Well.. at least
Udah aje dulu kali ye nulisnya.. besok musti gawe lagi kekekek... moga2x internet di
Ketuhanan, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dibalut dalam kejujuran, sportifitas, dan etika adalah kunci penting perbaikan.