Wednesday, July 18, 2012

When AI and Mechanical Engineering Meet.


Fascinated by the AI and the multi-agent systems concepts in my present academical journey, I begin to see clearly that my previous academic background (bachelor in mechanical engineering and master in logistics engineering) is actually coherent with the existing skill set that I am currently exploring.

The KIVA robotic system, a marriage between the multi-agent system and mechanical engineering fields, has really opened my eyes.




Guess what, one of the KIVA co-founders, Raffaello D'Andrea, is a control systems (mechanical) expert.



Tried to browse another videos of him and found the following video from the cmurobotics.  CMU robotics is really becoming one of my most referred youtube channels at the moment.



Stay hungry, stay foolish (Steve Jobs), stay researching... (Meditya Wasesa) LOL :p

Saturday, July 14, 2012

Lagu "Selamanya Indonesia"



Lagu enak dari 21st night, Video yang di-upload ini bukan video official tapi (menurut gw) lebih ngerepresentasiin Indonesia dibanding dengan video keluaran band aslinya (no hard feelings..), lagunya tetep enak ko.. susah cari lagu bagus jaman sekarang.. :p

Thursday, July 12, 2012

2 Guru Videos on Multi-agent Coordination


For those who are interested in multi-agent coordination, its very possible that you may have "touched" Ed Durfee's paper in IEEE Computer (i.e. "Scaling Up Agent Coordination Strategies") and the very nice overview paper by Ed Durfee and Victor Lesser that was published in IEEE TKDE (i.e. "Trends in Cooperative Distributed Problem Solving").


I have tried to find some inspirations and found 2 videos on multi-agent coordination that were presented by the Ed Durfee and Vic Lesser.  Gr8T!!!


The following video is presented by Ed Durfee. 



For more details, two extra videos (presented by his PhDs) that explain the same topic can be seen via these videolectures.net url: the "Influence-based Policy Abstraction for Weakly-coupled DEC-POMDPs" and "Algorithms for Solving the Multiagent Simple Temporal Problem".   


For Victor Lesser's video, follow this video lecture. net's link.

videolectures.net

Have fun.. May the inspirations be with you.. :D  ho.. ho.. ho..

Monday, July 9, 2012

Barabási's "Linked" + "Bursts" in 1 Hour Video


videolectures.net 

Follow this videolectures.net link for the video.  Unfortunately, it seems that the presentation for the "bursts" part is truncated.. Too bad, I could not get the full access to the section that I needed the most.. =(

Tuesday, July 3, 2012

R & Gephi - a Starter Story

For the last couple of weeks, I have forced my self to use R-statistics for my data mining / machine learning/ predictive analyses.  The big fear was coming from the basic freaky "geeky" console that does not reflect user friendliness.  However, someone recommended me to use R-Studio for a better way to access R.  I've used it and have become a bit addicted to it.

The growing R communities that have developed numerous useful free packages thrill me a lot.  We can find a lot of free packages for any data analysis technique.  We just have to invest a bit of time to read each package's documentation, try-out some easy tutorials, and then apply the technique to our problem.  Moreover some visualization packages that will convert your analysis results into appealing charts are also available (e.g. the legendary "ggplor2", arulesViz, etc).  I show a sample visualization in the chart below, for more great stuffs and research inspirations we can visit the r-blogger and many other great blogs.


So why wait using this brilliant powerful free- analytic tool.  One other thing, in the near future I may need to visualize network charts beautifully.  The gephi free software may be a strong option.  I've noticed that many (network) researchers recommend it, I may give it a try (if the time permits.. help..@_@) .. The video teaser is quite appealing...


Introducing Gephi at JavaOne from gephi on Vimeo.

Random Photo: Waiting for the Day to Come


Wednesday, June 13, 2012

Coursera, Selangkah Lebih Baik di Bidang Pendidikan On-line Gratis

Banyak diantara kita menyadari pentingnya peran seorang pengajar yang baik dalam mengarahkan bimbingannya memahami esensi dari topik pelajaran.  Seringkali seseorang menjadi antusias terhadap suatu topik, dikarenakan pengajar yang lihai membawakan materi dan mem-”provokasi” pelajar untuk mendalami lebih dan lebih.  Sebaliknya, banyak juga yang tersendat pada permasalahan ketidakcocokan dengan cara penyampaian seorang pengajar.  Sebagai alternatif solusinya, teman belajar atau mencari tutor bisa menjadi jawaban.  Tak jarang setelah sang teman (nan baik hati tsb ;)) menjelaskan, kita baru menyadari bahwa konsep kompleks yang dibawakan sebelumnya sebenarnya tidak begitu sulit untuk dipahami.  Singkat kata, peran pengajar dalam pengembangan keilmuan seseorang sangatlah besar.  Andaikan untuk mempelajari berbagai macam ilmu, semua orang dapat memiliki akses terhadap pengajar yang baik, maka (idealnya) transfer ilmu akan berlangsung dengan lebih lancar dan mengasyikkan.

Katakanlah Pak insinyur A memiliki ketertarikan untuk memperluas wawasan dari disiplin ilmu yang berbeda (misal ekonomi keuangan, psikologi komunikasi, dsb).  Kebetulan teman-teman ngopi A banyak yang bekerja di bidang keuangan.  Seringkali dalam diskusi-diskusi A merasa kikuk karena tidak mengerti banyak istilah dan logika keuangan umum yang dipakai dalam diskusi teman-temannya.  Meskipun teman-teman A tidak pernah berkeberatan untuk menjelaskan,  A sangat ingin untuk mengetahui lebih dalam mengenai masalah-masalah keuangan dasar.  Sementara mengambil kursus pendek atau mengambil kuliah lagi melalui jalur universitas memerlukan investasi uang dan dedikasi jadwal fixed yang lumayan berat, keberadaan media belajar yang dapat membimbing secara terstruktur, dengan format yang baik, waktu belajar yang fleksibel, dibimbing tutor terbaik dibidangnya,  dan kalau bisa gratis akan menjadi solusi sempurna bagi Pak A. Weleh, weleh..


Belajar secara autodidak dari buku pengantar atau buku teks tentunya dirasa cukup menantang, keberadaan internet sebagai media pertukaran informasi bisa menjadi alternatif solusi.  Disamping keberadaan dokumen-dokumen online (seperti buku elektronik, presentasi perkuliahan, blog-blog) gratis dari berbagai disiplin ilmu, munculnya tutor-tutor “cyber” yang berbagi ilmu dalam media video online adalah tawaran menarik.  Populernya inisiasi Salman Khan  melalui “Khan Academy”-nya yang handal dalam mengantarkan penjelasan singkat dari prinsip-prinsip dasar dari berbagai ilmu, populernya inisiasi universitas-universitas di dunia yang merekam sejumlah prosesi kuliahnya  secara online (misal MIT, Stanford) , populernya inisiasi komunitas pertukaran ide dalam bentuk presentasi lepas (misal TED, Google Talks), tentunya membawa angin segar untuk siapa saja yang ingin belajar melalui media internet. 

Pada umumnya video kuliah online yang tersedia di internet dapat dibagi kedalam dua bentuk: rekaman sesi kuliah secara penuh dan rekaman tutorial (penjelasan) dari sub-bab materi kuliah secara lepas.  Kelemahan dari bentuk rekaman pertama (video sesi kuliah penuh): tingkat interaksi dengan penonton biasanya dirasa kurang memuaskan; wajar, perhatian utama pembicara tertuju pada peserta kuliah yang hadir di kelas fisiknya dan durasi video yang terlalu panjang (sekitar satu jam atau lebih) membuat penonton yang memiliki keterbatasan waktu sulit untuk membagi video dalam beberapa waktu tonton tanpa kehilangan alur narasi cerita.  Kelemahan dari bentuk rekaman kedua (penjelasan konsep singkat):  seringkali tutor menyediakan video dengan topik bahasan yang lepas satu dan lainnya (tidak terangkai dalam bangunan bab yang runut).  Kekurangan-kekurangan dalam bentuk-bentuk video tersebut kini telah dijawab oleh salah satu inisiasi kuliah online yang menyajikan presentasi kuliah yang lebih baik; kali ini kita akan membahas tentang inisasi Coursera.

Coursera adalah inisiasi kuliah online yang didukung oleh para pengajar dari empat universitas besar: Princeton, Stanford, Michigan dan Pennsylvania.  Coursera menawarkan paparan presentasi perkuliahan yang disajikan dengan format yang runut dengan tetap memperhatikan interaktifitas antara pembawa dan peserta kuliah.  Setiap program mata kuliah dibagi ke dalam beberapa bagian (bab) besar, dan setiap bab dibagi lagi menjadi beberapa video pendek per-sub bab berdurasi 8-15 menit.  Pada akhir bagian dari tiap disediakan quiz pilihan berganda, untuk menguji pemahaman terhadap materi yang diterangkan sebelumnya.  Selain itu, bila peserta mengikuti materi kuliah sesuai dengan jadwal yang ditentukan, (untuk beberapa mata kuliah) peserta dapat juga turut mengerjakan pekerjaan rumah, mendapat koreksi dari pekerjaan rumah, mengikuti ujian akhir, dan khusus untuk mata kuliah tertentu peserta bisa mendapat tanda kelulusan dari pengajar bila mengikuti seluruh rangkaian kuliah dan kewajibannya dengan sukses.  Bila diamati, tahapan-tahapannya sangat persis dengan aktifitas-aktifitas yang biasa dilakukan pada kuliah fisik.

Dari beragam mata kuliah menarik yang ditawarkan (contohnya: Ilmu komputer, ekonomi, bisnis, keuangan, kesehatan masyarakat, sejarah, humaniora) , A mencoba untuk mendaftar kuliah Pengenalan Ilmu Keuangan (Introduction to Finance).  Dikarenakan waktu kuliah baru akan dimulai beberapa bulan lagi, A mencoba untuk mengikuti kuliah teory permainan (game theory) sebagai pemanasan.   Tertarik dengan cerita film A Beautiful Mind yang menceritakan kehidupan John Nash (peraih nobel ekonomi), A tertarik untuk mengetahui apa sebenarnya teori permainan itu.   Mata kuliah yang dibawakan oleh oleh Matt Jackson dan Yoav Shoham dari Stanford ini dibagi kedalam 5 bab besar (5 minggu kuliah).  Setiap bab besar terdiri dari 5-10 video video sub bab kecil berdurasi 10-15 menit.  Meskipun tidak mengerjakan pekerjaan rumah dan ujian, alhamdulillah semua video berhasil diikuti A.  Disisi pekerjaan kantor yang menyita waktu, setiap ada waktu lenggang 15-30 menit (misal menunggu istri siap-siap belanja mingguan, atau sembari menggendong si kecil) A memakai waktu untuk menyelesaikan kuliah secara penuh.  Sub-bab demi sub-bab bila dicicil insyaaallah akan selesai juga.  Untuk teman-teman yang berprofesi rutin, sebagain gambaran A bisa menyelesaikan satu kuliah tersebut dalam waktu 2 bulan (catatan: tanpa mengikuti jadwal PR dan ujian).  Insyaallah sudah dibuktikan bisa selesai.  Lumayan, dari kuliah ini A bisa sedikit mengerti tentang teori permainan, sedikit sedikit jadi mengerti tentang berbagai contoh bidang aplikasinya (seperti pengetahuan dasar tentang kartel, strategi penetrasi pasar, dan sistem lelang). 

Meskipun A belum bisa mengikuti kuliah tentang keuangan, keberadaan inisiasi inisiasi penyedia layanan kuliah gratis seperti Coursera semoga menjadi tonggak penting dimana setiap orang bisa belajar hal apa saja yang dia mau tanpa terkendala oleh keterbatasan uang, waktu, tempat belajar,  dan lain-lain (kendalanya koneksi internetnya kali ya.. *_*) .  Bila semua ilmu menjadi gratis, maka pada akhirnya siapa yang mau berinvestasi waktu dan usaha dia akan dapat memetik pengetahuan yang banyak.  Mudah-mudahan akan ada juga inisiasi-inisiasi serupa di Indonesia, siapa tau pengajar-pengajar dari perguruan-perguruan tinggi terbaik di Indonesia bisa turut serta, kalau bisa tentunya kehadiran fisik seseorang di perguruan tinggi tidak menjadi halangan untuk ikut menikmati penjelasan dari dosen-dosen terbaik. Logika awalnya, dengan ketersediaan banyak video ini kompetisi sehat dalam menyediakan pengajaran berkualitas akan meningkat, dan pada akhirnya pelajar akan dapat mengenyam kualitas pengajaran yang lebih baik.  Dukung inisiasi penyedia kuliah gratis, dukung akses ilmu apapun untuk siapapun, dan dukung juga siapapun yang ingin memetik manfaat dari ketersediaan fasilitas ini :D

Monday, May 14, 2012

Converting UNIX <-> Human Readable Timestamps in R and Excel.

For the last two days, I have been trapped in a tricky problem (for a beginner like me :p); converting UNIX timestamp to human readable timestamp.

To solve the problem, firstly I went to this site  http://www.epochconverter.com/ .  I entered a sample UNIX timestamp record which is “1333456742556”.  The site successfully converted the data into “GMT: Tue, 03 Apr 2012 12:39:02 GMT”.  Hmm quite reasonable..

Then to convert the whole dataset I tried the code recommended by the site.
for (R) <- as.POSIXct(theUNIXtimestamp, origin="1970-01-01")
for (Excel) <- (theUNIXtimestamp / 86400) + 25569
*note you have to adjust the time with your local timezone, (see the URLs at the end of this post).

When I applied the code, one funny thing happened.  The code convert “1333456742556” into "4225-07-25 03:42:36 CEST".  How could it be?  What’s wrong?

After sometime, I find the answer.  The key is to use the first 10 digits of the UNIX code and remove the remaining digits.  Note that the original UNIX timestamp, “1333456742556” consists of 13 digits.  Thus, I extracted the first 10 digits (“1333456742”), … re-used the code, and … abracadabra.. “"2012-04-03 13:39:02 CEST".. the correct timestamp appear..  HURRAY..  (beginner’s excitement hehehe..)

Credits for these URLs ( those lovely people who spend a bit of their time to share their knowledge.. :) )...
(for General Issue) 
http://www.epochconverter.com/
(for Excel) 
(for R)